Jakarta (ANTARA) - Thailand memperkuat langkah dalam perebutan status tuan rumah Olimpiade Remaja atau Youth Olympic Games (YOG) 2030 setelah menerima kunjungan tim evaluasi Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang meninjau kesiapan Bangkok dan Chonburi pekan ini.

Dilansir Inside The Games, Minggu, kunjungan tersebut menjadi fase penting sebelum IOC menentukan tuan rumah ajang multi-cabang olahraga usia muda itu dalam Sidang Umum IOC di Lausanne, Swiss, pada 25 Juni mendatang.

Thailand melalui proposal Bangkok-Chonburi bersaing dengan Asuncion (Paraguay) dan Santiago (Chile) yang masuk daftar kandidat akhir.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Surasak Phancharoenworakul mengatakan pencalonan tersebut merupakan bagian dari visi besar negaranya untuk menjadikan Thailand sebagai pusat olahraga dan pengembangan generasi muda di kawasan.

"Thailand ingin menjadi pusat global yang dinamis untuk olahraga, pengembangan pemuda, dan penyelenggaraan ajang internasional," kata Surasak seperti dikutip Inside The Games.

Ia juga menegaskan pemerintah tengah mendorong pembentukan kementerian olahraga khusus guna meningkatkan tata kelola sektor olahraga, penguatan ilmu pengetahuan olahraga, serta pembinaan atlet dari tingkat dasar hingga elite.

Selama kunjungan, tim evaluasi IOC meninjau sejumlah fasilitas utama di Bangkok, termasuk Stadion Nasional Rajamangala yang diproyeksikan menjadi lokasi upacara pembukaan dan penutupan.

Selain itu, juga melihat venue cabang olahraga indoor, area olahraga urban, panjat tebing, menembak, panahan, tenis meja, gimnastik, hingga sepak bola.

Asrama Universitas Chulalongkorn yang direncanakan menjadi Kampung Atlet Youth Olympic Games turut masuk agenda peninjauan.

Pada hari berikutnya, evaluasi berlanjut ke Chonburi yang disiapkan untuk cabang olahraga air dan kegiatan luar ruang. Beberapa lokasi yang diperiksa antara lain Thai Polo & Equestrian Club, Pantai Jomtien, The Navy House Hotel, dan Ocean Marina Yacht Club.

Wakil Gubernur Otoritas Olahraga Thailand Meechai Inwood mengatakan kesiapan negaranya tidak hanya soal venue, tetapi juga mencakup transportasi, layanan medis, sains olahraga, keamanan, teknologi, dan operasional keseluruhan.

"Kami ingin memastikan penyelenggaraan ajang multi-olahraga kelas dunia berjalan lancar," ujarnya.

Presiden Komite Olimpiade Thailand Pimol Srivikorn membawa tema pencalonan "Inspiring Youth, Connecting South East Asia & Asia" yang menitikberatkan pada partisipasi generasi muda, efisiensi penyelenggaraan, serta peran Bangkok sebagai penghubung olahraga, pendidikan, budaya, dan kehidupan urban di Asia Tenggara.

Thailand juga mendapat dorongan dari anggota IOC asal negara itu, Khunying Patama Leeswadtrakul, yang dinilai menjadi figur penting dalam proses pencalonan.

Sementara itu, Indonesia sebelumnya pernah menyatakan minat menjadi tuan rumah YOG 2030 dengan Jakarta sebagai kandidat lokasi penyelenggaraan. Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) saat itu menyebut telah memasuki tahap dialog dengan IOC, namun proses tersebut belum berlanjut lebih jauh.

Terlebih lagi, IOC sempat menjatuhkan sanksi larangan tuan rumah ajang olahraga internasional kepada Indonesia pada Oktober 2025, menyusul penolakan visa atlet senam Israel di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Belum ada keterangan resmi terkait lanjutan dari sanksi tersebut.

Youth Olympic Games 2030 akan menjadi edisi kelima pesta olahraga remaja dunia setelah Singapura 2010, Nanjing 2014, Buenos Aires 2018, dan Dakar 2026.