Dilanir Aljazeera, Senin (4/5/2026), surat kabar Haaretz, mengutip seorang pejabat anonim dari Program Pembangunan PBB, mengatakan bahwa lambatnya proses pembersihan berarti proses tersebut dapat memakan waktu hingga tujuh tahun untuk diselesaikan.
Keluarga-keluarga Palestina terus menunggu untuk menemukan dan menguburkan kerabat mereka yang terkubur di bawah bangunan yang runtuh akibat bombardir Israel.
Penilaian ini didasarkan pada data dari otoritas Pertahanan Sipil Palestina, yang telah memperingatkan tentang kekurangan alat berat yang parah, yang memperlambat upaya untuk membersihkan area kehancuran yang luas.
Israel terus melakukan pelanggaran harian terhadap kesepakatan "gencatan senjata" yang ditandatangani Oktober lalu, menewaskan 828 warga Palestina dan melukai 2.342, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Gencatan senjata dimaksudkan untuk mengakhiri serangan Israel selama dua tahun di Gaza, yang menewaskan lebih dari 72.000 orang dan melukai 172.000 lainnya, dengan 90 persen infrastruktur sipil hancur. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi sekitar 70 miliar dolar AS.





