TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Seorang dokter internship di RSUD KH Daud Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi meninggal dunia setelah diduga mengalami kelelahan akibat beban kerja panjang hingga 12 jam per hari.
Dokter muda bernama Myta Aprilia Azmy itu wafat pada Jumat 1 Mei 2026 setelah sempat dirawat intensif di RS Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan.
Kabar duka ini memicu sorotan publik terhadap sistem kerja dokter internship di Indonesia.
Dilansir dari Kompas.id, Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) sekaligus pengurus PPDS, dr Ahmad Junaidi, menyampaikan rasa dukacita mendalam atas kepergian Myta.
Ia menyesalkan musibah tersebut dan meminta Kementerian Kesehatan segera melakukan investigasi menyeluruh.
“Kami telah menyurati Kemenkes dan meminta agar dilakukan investigasi mendalam,” ujar Ahmad, Sabtu 2 Mei 2026.
Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap beban kerja dokter internship yang dinilai terlalu berat dan berisiko bagi kesehatan tenaga medis muda.
• Kisah Pilu Dokter Muda dr Myta Aprilia Azmy, Tetap Jaga Malam di Tengah Sakit hingga Akhirnya Gugur
Ahmad menceritakan, dr Myta ditempatkan magang di RSUD Kuala Tungkal bersama tiga dokter lainnya sejak Agustus tahun lalu.
Sesuai aturan, masa magang dr Myta Apriliani akan berakhir tiga bulan ke depan dan Myta akan mendapatkan penempatan tugas barunya.
Namun, selama masa magang itu, pihak rumah sakit di Kuala Tungkal diduga menerapkan jam kerja berlebih.
Myta bekerja selama 12 jam sehari di instalasi gawat darurat.
Padahal, Kemenkes telah mengatur program dokter magang, termasuk aturan terkait jam kerja.
Tiap dokter magang memiliki jam kerja selama 40-48 jam per minggu atau 8 jam per hari dengan lama waktu internship selama 12 bulan.
Selain 12 jam kerja, menurut Ahmad, jam kerja dr Myta Apriliani akan bertambah panjang jika pasien yang ditangani belum tuntas penanganannya saat pergantian sif.
Ini menyebabkan Myta Aprilia mengalami keletihan berkepanjangan.
"Padahal, mestinya penanganan itu bisa dioper ke dokter jaga berikutnya,” ujarnya.
• Eks Finalis Puteri Indonesia Asal Riau Ditangkap, Diduga Jadi Dokter Palsu
Selama menjalani tugas di RSUD KH Daud Arif, Myta beberapa kali mengeluhkan sakit.
Ia mengalami batu dan sesak nafas dan sempat berobat di rumah sakit tempatnya magang.
Dari hasil pemeriksaan medis, seharusnya dr Myta dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi yang memiliki fasilitas lengkap.
Namun hal ini tidak dilakukan oleh dokter yang menanganinya.
Akhirnya keluarga dokter Myta berinisiatif membawa Myta ke RSUD Raden Mattaher.
Hasil pemeriksaan medis diketahui bahwa kondisi Myta sudah parah. Ia rupanya menderita penyakit TBC yang membuatnya kerap batuk dan sesak.
Pihak keluarga lalu membawa Myta berobat ke Palembang.
Di RS Mohammad Hoesin, Palembang, pada 27 April 2026, kondisi Myta makin parah.
Ia pun dirawat intensif di ruang ICU. Namun, kondisi Myta semakin memburuk hingga ia akhirnya meninggal pada 1 Mei.
1. Nama lengkap: dr Myta Aprilia Azmy
2. Asal daerah: Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan
3. Pendidikan: Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri)
4. Penugasan: Dokter internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi
5. Tanggal wafat: Jumat, 1 Mei 2026
6. Tempat wafat: RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Sumatera Selatan
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!