Pasangan Muda Tewas Usai Adu Jangkrik Saat Menyalip di Jalan Mahendradatta Bali, Ini Kronologisnya
Putu Dewi Adi Damayanthi May 04, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kecelakaan lalu lintas maut di Jalan Mahendradatta, Denpasar, Bali, yang terjadi pada Minggu 3 Mei 2026 malam, menyisakan duka mendalam. 

Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi dua orang, yang merupakan pasangan pengendara dan penumpang sepeda motor Yamaha N-Max.

Peristiwa yang dilaporkan terjadi sekira pukul 21.10 Wita ini, berlokasi tepat di jembatan sebelah selatan SPBU Denpasar Barat. 

Situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) memperlihatkan kondisi kedua kendaraan, Yamaha N-Max berplat DK 5772 ABO dan Yamaha Aerox DK 6881 AEU, yang ringsek parah pada bagian depan akibat benturan keras di area tikungan.

Baca juga: TEWAS 1 Penumpang Insiden Kijang Terbalik di Sukasada, Kecelakaan Tunggal Diduga karena Rem Blong 

Peristiwa ini menyedot perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. 

Satu unit sepeda motor, yang diketahui merupakan motor matic berukuran besar Nmax tampak hancur lebur pada bagian depannya. 

Puing-puing bodi motor berserakan di aspal, menunjukkan kerasnya benturan yang terjadi. 

Tak berselang lama, satu unit ambulans BPBD Kota Denpasar tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. 

Petugas kepolisian pun segera mengamankan arus lalu lintas yang sempat tersendat karena banyaknya warga yang berkerumun di sekitar korban yang tergeletak.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa kedua korban meninggal dunia sempat dilarikan ke RS Prof. Ngoerah (RSUP Sanglah), namun nyawa mereka tidak tertolong akibat luka berat yang diderita.

"Korban meninggal dunia adalah pengendara N-Max berinisial IMS (28) dan penumpangnya, seorang perempuan berinisial KH (27)," ujar Iptu Gede Adi Saputra Jaya. 

"Keduanya mengalami Cedera Kepala Berat (CKB) dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit," jelasnya. 

Berdasarkan hasil olah TKP dan laporan kepolisian, kronologi kejadian bermula ketika IMS yang membonceng KH bergerak dari arah utara menuju ke selatan. 

Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalur tikungan, IMS diduga kurang berhati-hati saat berusaha mendahului kendaraan yang ada di depannya.

"Pengendara N-Max mengambil jalur terlalu ke kanan saat menyalip. Di saat yang bersamaan, muncul sepeda motor Aerox yang dikendarai oleh BS (17) dari arah berlawanan atau dari selatan ke utara," bebernya. 

Karena jarak yang sudah sangat dekat, tabrakan adu jangkrik tidak dapat terhindarkan. 

Akibat benturan tersebut, IMS dan KH yang diduga tidak mengenakan helm saat berkendara ini terpental hingga mengalami luka fatal. 

Sementara itu, pengendara Yamaha Aerox, BS berhasil selamat namun mengalami luka-luka yang cukup serius.

"Untuk pengendara Aerox berinisial BS mengalami retak pada tulang pipi kanan dan bengkak pada bagian bibir. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bali Med Denpasar," ungkapnya. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.