Pelatih Bali United Dapat Ujian Berat di Penghujung Kompetisi Super League
Edi Hayong May 04, 2026 10:19 AM

POS-KUPANG.COM- Kompetisi BRI Super League 2025/26 menyisakan 4 pekan dari total 34 pekan yang wajib dilalui 18 tim peserta.

Sementara ini sudah memasuki pekan ke 31 dan persaingan antar tim untuk tidak terdegradasi masih berlangsung panas.

Persaingan tidak saja tim papan atas untuk merebut trofi saja tetapi juga persaingan di papan bawah agar lolos dari garis merah alias zona degradasi.

Bali United sementara ini berada di posisi 8 klasemen dengan mengoleksi 45 poin. Ujian berat buat Coach Johnny Jansen untuk bisa merangsek ke posisi lima besar.

Baca juga: Penyerang Bali United Irfan Jaya Lampaui Koleksi Gol Dibanding Musim Liga 1 2024/25

Pasalnya, Dewa United, Persebaya Surabaya, Malut United memiliki poin lebih antara 5-7 poin. Persaingan sedikit mudah untuk Bali United yaitu Bhayangkara FC di posisi ketujuh dengan 47 poin.

Walaupun begitu Bali United FC saat ini tengah menjadi sorotan karena perkembangan positif yang terjadi pada tim asal pulau dewata ini.

Kehadiran Johnny Jansen dari Eredivisie ke Indonesia memberikan ancaman serius pada perhelatan Super League musim ini.

Namun situasinya tidak mudah, Ricky Fajrin cs justru berada di papan tengah dan bukan berada dengan nyaman di papan atas dalam perebutan juara di musim ini.

Baca juga: Nama Wonderkid Bali United Rahmat Arjuna Masuk Dalam Lis Belanja klub J-League

Pasukan Serdadu Tridatu di awal kompetisi seakan belum menemukan ritme permainan terbaik dari sang juru racik asal Belanda tersebut.

Hasil imbang dan kekalahan yang tidak wajar seakan menjadi bahan bagi para suporter dan netizen untuk mencaci maki dan bahkan meminta sang nahkoda untuk undur diri.

Pelan namun pasti, permainan Bali United mulai ada arah dan kepastian dalam mencetak gol.

Kehadiran Teppei Yachida dan Diego Campos di putaran kedua seakan melengkapi puzzle yang hilang karena beberapa pemain asing di putaran pertama terkena badai cedera.

Baca juga: Bali United Berpeluang Masuk Lima Besar dengan Syarat Sapu Bersih Kemenangan

Hasil kemenangan besar 6-1 atas PSBS Biak (6/4), 4-1 dengan Malut United (19/4), poin penuh dari laga tandang dengan Persita Tangerang (23/4) hingga menang meyakinkan atas PSM Makassar (27/4) dengan dua gol tanpa balas menjadi bukti kepercayaan Bali United sedang mode panas.

Meski kalah dari Persib Bandung (12/4) di laga tandang lalu, namun permainan spartan Bali United hingga menit akhir seakan tidak ada obat yang membuat Apotek harus tutup.

Situasi mewangi ini mendapat pujian dari para suporter baik dari sosial media hingga sosial nyata tentang bagaimana proses yang sedang dimasak oleh Johnny Jansen selaku juru masak yang baru musim ini bagi Bali United.

Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen pun tak sungkan untuk memberikan respons terkait dirinya di klub jawara dua kali di kompetisi Indonesia ini.

Baca juga: 5 Pemain Bali United yang Bersaing Ketat Pencetak Gol Terbanyak Musim Ini

"Saya senang dengan situasi itu karena saya ingin membentuk tim ini untuk terus berproses menjadi yang terbaik secara bertahap". 

"Saya ingin mendorong pemain untuk berkembang, untuk itu saya mempelajari tipikal permainan sepak bola di Indonesia secara mendalam," ungkap Coach Johnny. 

Diperkenalkan sejak bulan Mei tahun lalu, Johnny Jansen terus mempelajari budaya, sistem dan situasi yang sering terjadi dalam kompetisi di sepak bola Indonesia. 

Menempatkan diri sebagai pendatang baru, dirinya fokus dalam pengembangan pemain usia muda, khususnya Bali United Academy. 

Dirinya membuat sistem yang terhubung antara tim pelatih dan pemain dari segala usia hingga bermuara pada tim utama yang menjunjung disiplin dan kerja keras sebagai pesepak bola profesional. 

Baca juga: Bali United Tampil Garang di Laga Kandang Kuburkan Ambisi Pasukan Juku Eja

Meski dia menyadari bahwa proses yang dilakukan membutuhkan waktu bagi pecinta sepak bola yang mulai lapar dan haus akan kemenangan memukau bagi tim yang dicinta. 

"Saya menyadari banyak suporter ingin timnya sukses, ingin timnya meraih kemenangan". 

"Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dari latihan hingga di pertandingan dan proses itu mulai tumbuh perlahan untuk menjadi yang terbaik. Kembali lagi, saya menyukai setiap proses itu untuk menjadi lebih baik," jelas Coach Johnny. 

Pelan-pelan sistem taktikal yang dibawanya dari Eredivisie mulai dipahami oleh setiap pion-pion pejuang dari Serdadu Tridatu. 

Juru masak Johnny Jansen seakan mulai menyajikan masakan yang mulai digemari oleh para konsumen yang mulai dilegakan dan dikenyangkan oleh gaya permainan Serdadu Tridatu di beberapa pekan terakhir ini. 

Kini, tersisa 4 pekan kedepan menjadi pembuktian Johnny Jansen dalam menutup kompetisi musim ini bersama Bali United. 

Berikut ini empat laga sisa yang akan dihadapi Bali United yakni melawan Madura United pada Selasa (5/5/2026) kemudian Borneo FC pada Senin (11/5/2026), Bhayangkara FC pada Minggu (17/5/2026) dan partai puncak melawan Dewa United pada 23 Mei mendatang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.