Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD tahun 2026 di Sukoharjo resmi memasuki babak baru.
Untuk pertama kalinya, proses pendaftaran dilakukan secara online, dengan skema yang memberi keleluasaan bagi calon siswa memilih hingga empat sekolah sekaligus dalam satu kecamatan.
Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan kuota di sekolah tertentu.
Kepala SD Negeri Trangsan 1, Kecamatan Gatak, Sriatin, menjelaskan bahwa meski bisa memilih empat sekolah, pendaftaran tetap dilakukan melalui pilihan pertama.
“Calon siswa nanti bisa memilih empat sekolah sekaligus, tetapi tetap mendaftar melalui pilihan pertama. Jadi alurnya tetap dari sekolah yang dituju pertama,” ujarnya, Minggu (3/4/2026).
Ia menambahkan, sistem akan bekerja secara otomatis apabila kuota di sekolah pilihan utama telah terpenuhi.
Calon siswa tidak perlu mendaftar ulang, karena sistem langsung mengalihkan ke pilihan berikutnya.
Baca juga: SD di Trangsan Sukoharjo Respons Positif SPMB Online, Dorong Transformasi Digitalisasi Administratif
“Kalau di pilihan pertama kuotanya sudah penuh, nanti otomatis sistem akan menggeser ke pilihan kedua, ketiga, sampai keempat,” jelasnya.
Menurut Sriatin, mekanisme ini dirancang agar proses penerimaan siswa menjadi lebih fleksibel sekaligus memperbesar peluang anak mendapatkan sekolah negeri.
Di sisi lain, penerapan sistem online ini juga membawa tantangan tersendiri, terutama bagi orang tua yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Untuk itu, pihak sekolah membuka layanan pendampingan agar proses pendaftaran tetap berjalan lancar.
“Karena ini baru, memang perlu pemahaman lebih bagi wali murid. Makanya kami juga siap membantu jika ada yang kesulitan saat proses pendaftaran,” ungkapnya.
Dengan sistem baru ini, diharapkan proses SPMB SD di Sukoharjo menjadi lebih transparan, efisien, dan memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pendidikan.