WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA — Pengumuman skuad Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 tak hanya menjadi puncak seleksi pemain terbaik, tetapi juga diwarnai penghargaan spesial berupa sepatu custom eksklusif serta peluncuran program baru untuk guru bertajuk Super Teacher.
Dalam momen perayaan 17 tahun DBL Camp 2026 dan 22 tahun perjalanan DBL Indonesia, para pemain dan pelatih terpilih menerima sepatu khusus DBL Play 2.0 hasil kolaborasi brand lokal AZA dengan seniman visual dari Sneakcares, yaitu Assadul Wafi Al Mawardi.
Sebanyak 28 pasang sepatu diberikan secara eksklusif kepada 24 pemain dan empat pelatih yang masuk skuad All-Star 2026. Penghargaan ini mengusung tema “Nusantara di setiap langkah talenta muda terbaik Indonesia”.
Wafi menjelaskan, desain sepatu tersebut mengangkat nilai keberagaman budaya Indonesia melalui dua karakter utama, yakni Garuda Rise untuk sektor putra dan Srikandi Rush untuk sektor putri.
Karakter Garuda Rise menggambarkan kekuatan (power), kemampuan menembak (shooting), kelincahan dribble, serta jiwa kepemimpinan (leadership mindset) seorang pemain putra.
Desain ini juga diperkuat dengan motif batik Mega Mendung dan motif Mandau asal Kalimantan untuk mempertegas sisi kekuatan.
“Kenapa Mega Mendung? Karena itu salah satu batik yang sangat terkenal dan ikonik. Saya ingin elemen ini mewakili sisi power sekaligus keindahan dalam satu media sepatu,” ujar Wafi.
Sedangkan, karakter Srikandi Rush mewakili pemain sebagai sosok pemanah (archer) dengan IQ play dan kecerdasan tinggi, serta akurasi tembakan yang tajam.
Desain untuk putri ini dipadukan dengan Batik Parang yang melambangkan keanggunan namun tetap tangguh.
Ia menambahkan, proses pembuatan sepatu dilakukan dengan teknik manual painting menggunakan kuas untuk detail halus dan teknik spray untuk menghasilkan gradasi warna yang presisi.
"Kendala terbesar ada pada presisi desainnya. Kita harus sebisa mungkin mirip dengan sketsa awal, setidaknya mendekati 80 hingga 100 persen kemiripan," kata seniman yang sudah menekuni dunia painting sepatu sejak 2014 ini.
DBL Indonesia menilai kolaborasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga simbol perjuangan para campers di lapangan sejalan dengan semangat melestarikan identitas bangsa.
Program Super Teacher
Selain penghargaan tersebut, Founder dan CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda, memperkenalkan program Super Teacher sebagai bentuk apresiasi bagi guru di seluruh Indonesia.
“Peran guru sangat penting dalam perjalanan DBL. Tanpa guru-guru di sekolah, program pelajar atlet kami tidak akan bisa seperti sekarang,” ujar Azrul.
Menurutnya, selama lebih dari dua dekade, DBL Indonesia tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga ruang lahirnya mimpi ribuan pelajar-atlet dari Aceh hingga Papua.
Mulai dari mimpi sederhana seperti lolos DBL Camp, hingga meniti karier sebagai atlet profesional maupun profesi lainnya.
Di balik perjalanan itu, ada satu aturan yang tak pernah berubah sejak 2004, yaitu setiap tim wajib didampingi oleh guru.
"Nah, di sinilah peran guru di DBL itu sangat luar biasa. Peran mereka di DBL jauh melampaui formalitas. Mereka hadir di pinggir lapangan, membantu pelatih membaca permainan, mencatat pelanggaran, hingga memberi motivasi saat pemain terjatuh," ungkap Azrul.
"Peran yang sering tak terlihat, tetapi krusial. Cerita tentang dedikasi guru pun tumbuh dari berbagai sudut, dari bangku penonton hingga momen-momen emosional di lapangan," tambahnya.
Lebih lanjut dikatakan, bahwa DBL Indonesia sebenarnya selama ini telah beberapa kali memberikan apresiasi terhadap kerja-kerja luar biasa para guru di kompetisi DBL.
Salah satu yang mendapatkan respon positif dari publik dan kemudian banyak diikuti event lain adalah tradisi menghadirkan guru di partai final untuk mendampingi pemain mereka memasuki lapangan.
"Peran guru sangat penting dalam perjalanan DBL. Tanpa guru-guru di sekolah, program pelajar-atlet kami tidak akan bisa seperti sekarang,” ujar Azrul.
Azrul juga menegaskan, guru memiliki kontribusi penting dalam membentuk karakter pelajar atlet, mulai dari kedisiplinan hingga kemampuan bekerja sama.
“Mereka juga sosok yang memahami bahwa kegiatan non-akademik adalah ruang penting bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, disiplin, berjiwa besar, mampu berkolaborasi dan menghargai sesama. Itu yang membuat mereka layak disebut Super Teacher,” jelasnya.
Momentum DBL Camp 2026 pun menjadi titik baru. Apalagi penyelenggaraan DBL Camp 2026, 27 April-3 Mei juga melintasi peringatan Hari Pendidikan Nasional (2 Mei).
Di dua momentum penting itu DBL Indonesia ingin tak sekadar memfasilitasi para pelajar meraih mimpinya, tetapi juga para guru.
“Selama 21 tahun, kami membantu mewujudkan mimpi anak-anak muda. Sekarang waktunya kami ikut mewujudkan mimpi para guru yang selama ini mendampingi mereka,” sebut Azrul.
Program Super Teacher terbuka bagi seluruh guru di Indonesia tanpa biaya. Peserta akan melalui proses seleksi untuk mendapatkan pelatihan hingga kesempatan belajar ke luar negeri, mengadopsi konsep serupa dengan DBL Camp.
Melalui dua inisiatif ini, DBL Indonesia menegaskan komitmennya tidak hanya dalam mengembangkan talenta basket muda, tetapi juga mendukung ekosistem pendidikan yang berperan di balik kesuksesan para pelajar atlet.