Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Viral di media sosial, video rekaman amatir duel dua siswi di SMPN 22 Rejang Lebong, Bengkulu.
Video rekaman amatir itu beredar dan viral di medsos masyarakat Rejang Lebong pada Minggu (3/5/2026).
Berdasarkan pengamatan wartawan TribunBengkulu, video tersebut memperlihatkan dua remaja perempuan terlibat perkelahian di area terbuka berumput di lingkungan sekolah.
Di awal, keduanya saling berhadapan dan kemudian terlibat kontak fisik, hingga akhirnya sama-sama terjatuh ke tanah.
Saat berada di tanah, salah satu terlihat berada di atas sambil memegang bagian tubuh lawannya, sementara yang lain berusaha melawan dalam posisi terlentang.
Sejumlah remaja lain berada di lokasi, sebagian berdiri di sekitar kejadian dan terlihat menyaksikan.
Pada bagian lain video, tampak ada yang mendekat ke arah dua pelajar tersebut saat perkelahian masih berlangsung.
Polisi Turun Tangan
Dari hasil penyelidikan, peristiwa yang terjadi di SMPN 22 Rejang Lebong itu ternyata merupakan perkelahian satu lawan satu antar pelajar yang dipicu persoalan pribadi.
Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, melalui Kapolsek Bermani Ulu Iptu Ronal Pasaribu, membenarkan bahwa memang ada kejadian tersebut.
“Setelah menerima informasi dari perangkat desa, anggota langsung menuju lokasi dan melakukan penelusuran,” sampai Kapolsek kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Senin (4/5/2026).
Berawal dari Celana Dipinjam dalam Kondisi Kotor
Dari hasil penyelidikan, dua orang dalam video tersebut merupakan dua siswi kelas IX SMPN di Rejang Lebong.
Yakni SC (14) dan SM (14) yang diketahui merupakan warga Desa Pagar Gunung Kecamatan Bermani Ulu.
Masalah bermula pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, saat keduanya terlibat cekcok melalui pesan WhatsApp.
Perselisihan dipicu oleh celana yang sebelumnya dipinjamkan, namun dikembalikan dalam kondisi kotor.
Dari percakapan tersebut, salah satu pihak merasa tidak terima.
Perdebatan berlanjut hingga keduanya sepakat untuk bertemu dan menyelesaikan masalah dengan cara berkelahi.
Keduanya kemudian datang ke SMPN 22 Rejang Lebong bersama beberapa teman.
Setibanya di lokasi, mereka langsung melakukan perkelahian satu lawan satu.
Saat kejadian, sejumlah pelajar merekam aksi tersebut, sementara beberapa lainnya berusaha melerai hingga perkelahian akhirnya dihentikan.
"Jadi bukan bullying atau perundungan seperti informasi yang beredar di sosial media, tapi perkelahian antar remaja," jelas Kapolsek.
Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Pada hari yang sama, usai kejadian, mediasi dilakukan di rumah Sekretaris Desa Air Pikat dengan melibatkan pihak kepolisian, perangkat desa, orang tua kedua pelajar, serta pihak terkait lainnya.
Dalam mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Kesepakatan yang diambil antara lain tidak saling menuntut, tidak melanjutkan ke proses hukum, serta berkomitmen untuk tidak mengulangi kejadian serupa.
Biaya pengobatan ditanggung masing-masing orang tua.
Selain itu, pelajar yang merekam maupun menyaksikan kejadian juga telah menyampaikan permintaan maaf.
"Dari hasil mediasi, masalah itu diselesaikan secara kekeluargaan dan sepakat damai," ungkap Kapolsek.
Polisi Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan
Sementara itu, Kasi Humas Polres Rejang Lebong, AKP M Hasan Basri, mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa, terutama yang beredar di media sosial.
Ia juga meminta orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya dalam pergaulan dan penggunaan media komunikasi.
“Permasalahan sekecil apa pun sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan kekerasan,” ujarnya.
Menurut Hasan, peran orang tua juga sangat diperlukan dalam pembinaan anak-anaknya.
Jika ada kejadian gangguan kamtibmas, masyarakat dapat melaporkannya ke call center Polri di 110.
"Jika ada gangguan ataupun keresahan kamtibmas, bisa segera hubungi call center 110," tutup Hasan.
Polisi memastikan, situasi di wilayah tersebut saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.
Kasus ini juga telah dinyatakan selesai melalui kesepakatan damai.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini