Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti aksi anarkis sekolompok massa yang terjadi saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di simpang Tamansari-Cikapayang, Kota Bandung pada 1 Mei 2026 lalu
Sebelumnya, pada saat itu sejumlah massa nekat membakar pos polisi, videotron, dan kios. Beruntung, polisi berpakaian lengkap bergerak cepat melakukan pembubaran dan berhasil menangkap sejumlah orang berpakaian hitam.
Farhan mengatakan, sebetulnya Pemkot Bandung sudah melakukan antisipasi kejadian seperti itu sehari sebelumnya atau sejak Kamis malam dengan cara melaksanakan siskamling dan ronda di seluruh wilayah Kota Bandung.
Baca juga: Bukan Bagian dari Kami, Serikat Buruh Kecam Aksi Anarkis saat May Day 2026 di Kota Bandung
"Warga jaga warga, warga jaga kota juga bersama-sama itu sangat kuat. Bersama dengan kepolisian kita bisa menjaga sehingga apa yang terjadi hanya ada di titik itu saja," ujarnya saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (4/1/2026).
Farhan mengatakan, kebebasan berpendapat tentunya sangat dihargai dan dilindungi, tetapi ketika aksinya menjadi sebuah kerusuhan, tentunya harus dihentikan karena sudah melanggar ketentuan.
"Tapi kita sudah antisipasi, anomali memang ya karena buruhnya baik-baik saja. Tapi kan suara masyarakat tetap kita harus dengar, pembentangan spanduk kita hargai, tapi begitu mulai melakukan pembakaran ya pasti kita cegah dan kita tangani," kata Farhan.
Sementara setelah kerusuhan tersebut, polisi sudah menetapkan sejumlah tersangka. Bahkan, kelompok yang melakukan aksi kerusuhan itu sudah diketahui dan dipastikan bukan kelompok dari serikat pekerja atau buruh.
"Tapi yang tahu persis pak Kapolda (kelompok perusuh). Sayangnya saya tanggal 2 harusnya janjian sama Kapolda untuk mengkoordinasi, tapi karena saya lagi sakit, tidak jadi. Hari ini mungkin saya akan koordinasi dengan beliau," katanya.
Baca juga: Polisi Diminta Usut Tuntas dan Bongkar Aktor Intelektual Anarko yang Sering Bikin Rusuh di Bandung
Di sisi lain, Farhan memastikan aksi pembakaran yang dilakukan oleh kelompok massa itu hanya satu pos polisi, videotron, dan kios pedagang. Semua kerusakan akibat aksi kerusuhan itu, saat ini masih dalam proses perbaikan.
"Nah itu yang kita amankan terlebih dahulu. Tapi yang jelas artinya kan gini, suara memperjuangkan sebuah aspirasi itu baik, tetapi jangan kemudian membuat saudara kita yang punya warung kecil jadi korban, kasihan, nah kita memang melindungi itunya saja lah," ujar Farhan.