TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah persoalan Buruh menyeruak dalam peringatan hari Buruh atau May Day di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Manado, Sulut, Senin (4/5/2026).
Hal ini disampaikan perwakilan enam Konfederasi buruh dalam orasi di depan Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Max Bawotong dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia menuturkan, banyaknya perusahaan yang tidak patuh dalam hal penerapan UMP.
"UMP tidak diberlakukan, yang serba salah Buruh, mau melapor tapi bisa kena PHK," katanya.
Ia menyoroti peran instansi teknis yang lemah.
Baca juga: Peringatan May Day di TKB Manado, 1500 an Buruh Hadir
Mereka yang mustinya menjalankan aturan malah jadi macam ompong.
"Instansi teknis payah, banyak ban hitam," katanya.
Ferdinand Lumenta dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia menyebut persoalan yang mendera Buruh merupakan wujud dari ketidakmampuan instansi teknis melaksanakan regulasi.
Regulasi setumpuk tapi pelaksanaan nol.
"Sekalipun buat UU, tapi tak dilaksanakan percuma," katanya.
Ia juga menyoroti banyaknya perusahaan pelat merah yang melanggar aturan.
Tuntutan lainnya adalah pemerintah segera membuat UU tenaga kerja.
"Itu perintah MK," kata dia.
Dia juga menyuarakan penghapusan outsourcing serta upah murah.
Perwakilan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya kasus dimana buruh tak beroleh hak pesangon.
"Pengusaha mengaku pailit, akhirnya buruh tak dapat pesangon," katanya.
Dirinya meminta Pemprov Sulut menerbitkan Pergub dana jaminan pesangon daerah.
Sebut dia, Gubernur Sulut Yulius Selvanus akan tercatat dalam sejarah bila menghasilkan Pergub itu.
"Sekian persen dana untuk pesangon dikelola Bank Sulut Go," katanya.
Peringatan hari Buruh International atau May Day di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) kota Manado, provinsi Sulawesi Utara (Sulut), berlangsung semarak, Senin (4/5/2026).
Ribuan buruh dari enam Konfederasi hadir.
Mereka berkesempatan menyampaikan tuntutan lewat perwakilan di hadapan Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Tak hanya itu, para Buruh mengikuti aksi sosial seperti bersih bersih, donor darah serta beroleh sembako dan pemeriksaan kesehatan.
Gubernur Sulut Yulius Selvanus hadir bersama Wagub Victor Mailangkay.
Hadir pula Forkopimda.
Ketua Panitia kegiatan Lucky Sanger dalam sambutannya mengatakan, tercatat 1500 buruh yang menghadiri kegiatan tersebut.
"Hadir 1500 buruh dari enam Konfederasi," katanya.
Sebut dia, berbagai kegiatan diikuti para buruh, diantaranya orasi serta bersih lingkungan.
Ada pula kegiatan bersih lingkungan, pasar murah, donor darah, pemeriksaan kesehatan serta pembagian sembako.
Ia menuturkan, May Day dalam sejarahnya adalah simbol perjuangan kaum Buruh untuk beroleh hak hak dasar.
Di masa kini, May Day menjadi ruang refleksi atas kondisi ketenagakerjaan selama ini.
"Tantangan baru dialami para Buruh di era saat ini, hal ini perlu kita suarakan, berbagai persoalan butuh perhatian bersama," katanya.
Dirinya menegaskan, May Day bukanlah kegiatan seremonial.
Tapi sebuah gerakan sosial yang memberi dampak nyata. (Art)