SURYA.CO.ID - Empat sosok tersangka perampokan dan pembunuhan terhadap Dimaris Isni Sitio (60), di rumah Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Kamis (30/4/2026), terungkap.
Selain mantan menantu korban berinisial AF dan suami sirinya SL, dua pelaku lain adalah Lisbet Barasa (22) dan Selamat alias Amat (34).
Lisbet adalah warga Jalan Pendidikan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan yang juga teman kecil tersangka AF.
Sementara Selamat alias Amat berasal dari Jalan Bale Redelong, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Keduanya ditangkap di Kota Binjai, Sumatera Utara.
Baca juga: Kekejaman Eks Menantu Otak Pembunuhan Eks Mertua di Pekanbaru, Merampok dan Jadikan Eks Suami Umpan
Penangkapan keduanya berlangsung cepat.
Edi Sucipto selaku Kepala Lingkungan (Kepling) VI, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai, mengaku kedua tersangka datang ke Kota Binjai untuk mengontrak rumah yang berada di Gang Tempel, Jalan Perintis Kemerdekaan.
"Informasi yang saya peroleh kedua tersangka mau ngontrak rumah. Belum ada satu hari mereka mengontrak, pagi mereka masuk, sore sudah ditangkap," kata Edi.
"Karena yang memang belum 1x24 jam mereka mengontrak," ucap Edi.
Saat kedua tersangka ditangkap dan dibawa oleh personel kepolisian, Edi tak melihatnya.
"Saya enggak melihat keduanya dibawa. Dan saya pulang dari masjid usai Salat Magrib sudah tidak ada lagi personel kepolisian," tutup Edi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian membeberkan kronologi saat kedua tersangka diamankan.
"Tim Cobra Satreskrim Polres Binjai dan tim gabungan Jatanras Polda Riau serta Polresta Pekanbaru mendapat informasi dari masyarakat yang dapat dipercaya, bahwa tersangka Selamat dan Lisbet berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai," kata Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Hizkia Siagian.
Mendapat informasi tersebut, tim gabungan langsung melakukan penyisiran.
Pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, kedua tersangka diamankan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara.
"Selanjutnya tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polres Binjai guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. Kemudian tersangka beserta barang bukti dibawa ke Polresta Pekanbaru via jalur udara dari Bandara Kualanamu," kata Hizkia.
Keempat pelaku ini sudah berada di Pekanbaru sejak Sabtu (25/4/2026) di Pekanbaru dengan menginap di hotel melati di Jalan Riau.
Disana mereka merencanakan yang merampok rumah bekas mertua AF.
Beberapa hari sebelum kejadian mereka sempat melakukan penggambaran lokasi target yang akan dirampok , yakni rumah korban.
Perampokan itu dilakukan setelah sebelumnya pada 8 April 2026 AF dan SL juga sempat menggasak rumah keluarga Dumaris dan berhasil mengambil uang Rp 4 juta.
Saat itu, di rumah korban hanya ada mantan suaminya Arnold.
Pada hari kejadian, otak pelaku AF menghubungi suaminya Arnold dan janjian bertemu di sebuah ruko di Jalan Sudirman.
Setelah bertemu di Jalan Sudirman tersebut pelaku menuju ke rumah korban dan langsung masuk ke dalam rumah.
AF yang merupakan menantu ditemani L yang tidak lain adalah teman sekolah SMP AF di Sumut.
"Sampai ke dalam rumah sempat salam korban dan cium tangan, dan ditanya mertuanya kok sudah lama tidak kesini,"ujar korban.
Saat ngobrol di dalam rumah, akhirnya seorang laki-laki yang merupakan eksekutor SL masuk dengan pura-pura menagih uang taksi online anaknya.
Sambil membawa sebalok kayu yang sudah disiapkan dari hotel tempat mereka menginap, dengan cepat SL menghujam kayu tersebut ke bagian dada dan kepala korban hingga meninggal dunia.
Mayat korban pun langsung diseret ke kamar mandi dan meninggal ditempat, dua pelaku laki-laki itu juga merusak cctv di rumah korban.
Saat bersamaan Arnold anak korban tiba di rumah dan langsung diajak ngobrol dua pelaku lainnya yang merupakan perempuan yakni AF dan L.
Sehingga Arnold belum sampai masuk ke dalam rumah dan belum melihat kondisi ibunya yang sudah tergeletak meninggal dunia.
Tidak hanya berencana menghabisi mertuanya, AF dan komplotannya juga berencana menghabisi semua keluarga korban. Termasuk suaminya, Arnold.
Saat itu, Arnold diajak untuk menemui keluarga pelaku di Minas Siak, dengan rencana pelaku juga akan mengeksekusi Arnold.
Arnold menaiki sepeda motor ditemani satu pelaku L, sedangkan tiga lainnya naik mobil.
Setibanya di Minas, pelaku mulai panik dan rencana untuk mengeksekusi Arnold batal.
Akhirnya pelaku memberikan uang 50 ribu kepada Arnold dan menyuruh kembali ke Pekanbaru.
Untuk motif pelaku sendiri sebagai otak pelaku AF, karena mengaku sakit hati kepada keluarga korban setelah menjadi menantu selama setahun di rumah tersebut.
Setelah melakukan eksekusi di Pekanbaru, keempat pelaku ini sempat melakukan pesta narkoba di Medan.
Sehingga keempat pelaku terdeteksi sedang positif narkoba.
"Keempatnya dinyatakan menggunakan narkoba jenis ekstasi, dan menjalankan aksinya dalam pengaruh narkoba itu,"ujar Dirkrimum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua dalam ekspose kasus yang digelar Minggu (3/5/2026).
Saat ini keempat pelaku sudah diamankan di Mapolresta Pekanbaru dan dua pelaku laki-laki dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan di dua lokasi.
Penangkapan pertama AF dan SL yang juga diketahui sudah nikah siri, berada di rumah kontrakan di Aceh Tengah, sedangkan E dan L ditangkap di Binjai.
Dikabarkan sebelumnya Dimaris ditemukan tewas di dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4/2026) siang.
Korban ditemukan oleh suaminya, Salmon Mena, dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.
Rekaman CCTV mengungkap jejak para tersangka. Dari empat tersangka tersebut, salah satunya diduga wanita berinisial AF yang merupakan menantu korban.
Detik-detik aksi pembunuhan itu juga terekam jelas di kamera CCTV. Awalnya, para tersangka datang menggunakan mobil hitam.
Seorang wanita berkaus hitam yang diduga adalah menantu korban berinisial AF masuk ke halaman rumah disusul wanita lain yang mengenakan jaket hoodie warna biru. Tak lama kemudian, dua orang pria menyusul keduanya.
Tak lama setelah itu, korban keluar dari dalam kamar dan membuka pintu menyambut tamu tersebut. Wanita yang diduga menantunya sempat menyalami korban.
Entah apa yang mereka bicarakan. Namun, situasi saat itu terlihat normal-normal saja.
Hingga kemudian seorang pria yang diduga selingkuhan AF datang sambil membawa kayu balok. Seketika itu ia memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terkulai.