Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberi dukungan pemulihan trauma atau trauma healing bagi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji saat dikonfirmasi di Jakarta pada Senin menyatakan pentingnya penanganan psikologis bagi korban dan keluarga.
"Terkait penanganan korban, tentu nanti kita akan tindaklanjuti kalau butuh, terkait beberapa hal yang berkenaan dengan konsultasi atau keluarga. Trauma healing, biasanya kewenangan kita di situ. Tentu yang penting adalah fokus penanganan korban sampai selesai, kalau nanti membutuhkan trauma healing pasti kita turun, karena itu bagian dari kewajiban kita," ujar Wihaji.
Mendukbangga/Kepala BKKBN juga menegaskan pentingnya upaya trauma healing tersebut sebagai bagian dari proses pemulihan menyeluruh bagi korban dan keluarga. Dukungan yang diberikan tidak hanya bantuan material, tetapi juga penguatan mental dan emosional agar korban dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
"Komitmen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kemendukbangga/BKKBN untuk selalu hadir dan responsif dalam melindungi serta mendampingi masyarakat, khususnya dalam situasi darurat," kata Wihaji.
Sementara itu, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat telah menindaklanjuti hal tersebut dengan turun langsung mengunjungi keluarga korban dan korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi pada Jumat (29/04), khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta ibu yang memiliki balita.
Kunjungan tersebut turut didampingi Direktur Ketahanan Keluarga, Lanjut Usia dan Rentan Kemendukbangga/BKKBN, serta Dewan Pengurus Cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (DPC IPeKB) Kabupaten dan Kota Bekasi, yang bersama-sama memastikan perhatian bagi kelompok rentan.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Dadi Ahmad Roswandi menyampaikan rasa duka mendalam kepada para korban.
"Kami turut berduka atas musibah yang menimpa para korban. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian sekaligus dukungan agar para korban tetap semangat dalam menjalani masa pemulihan," tuturnya.
Kunjungan kemanusiaan tersebut bertujuan memberikan penguatan moral, memastikan kondisi terkini para korban, serta menyalurkan bantuan yang dibutuhkan. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat menumbuhkan semangat bagi para korban yang tengah berjuang menjalani proses pemulihan.
Dadi juga menegaskan pentingnya perhatian terhadap pemulihan mental pasca-trauma yang tidak kalah penting dari pemulihan fisik. Untuk itu, Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan layanan Satyagatra sebagai bentuk dukungan psikososial bagi keluarga terdampak.
"Kami mengajak pula untuk langsung berkonsultasi dengan layanan yang digagas Kemendukbangga/BKKBN, yaitu Satyagatra, yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh korban atau keluarga korban agar kondisi mental setelah merasakan trauma kembali pulih," paparnya.
Perwakilan BKKBN Jawa Barat juga menyalurkan bantuan berupa santunan serta dukungan nutrisi kepada para korban, yang terdiri dari ibu hamil dan ibu menyusui sebagai upaya sedikit meringankan beban yang dirasakan sekaligus mendukung pemulihan kesehatan korban.





