PROHABA.CO, ACEH BARAT DAYA - Setelah kurang dari 24 jam pencarian, tim Gabungan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), bersama masyarakat berhasil menemukan jasad korban hanyut terseret arus Sungai Krueng Manggeng dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa tragis tersebut menimpa seorang remaja bernama Reza (12), warga Gampong Suka Damai, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).
Ia ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus Sungai Krueng Manggeng.
Jasad korban ditemukan oleh tim Tagana Abdya pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 10.15 WIB, setelah lebih dari 18 jam pencarian sejak dilaporkan hilang pada Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Setelah Sepekan, Pencarian Pendulang Emas Hilang di Sungai Cot Kuala Pidie Resmi Dihentikan
Reza dilaporkan hanyut saat sedang mandi bersama teman-temannya di kawasan bendungan intake Sungai Krueng Manggeng.
Kondisi arus yang cukup kuat ditambah debit air yang meningkat akibat hujan membuat korban kehilangan kendali dan terseret aliran sungai.
Sejak laporan masuk, pihak kecamatan bersama instansi terkait segera melakukan koordinasi untuk melakukan pencarian.
Tim gabungan dari BPBD Abdya, unsur TNI/Polri, Tagana, serta masyarakat setempat terlibat dalam pencarian.
Upaya dilakukan dengan menyisir pinggiran sungai dari titik awal kejadian hingga ke arah hilir.
Kondisi cuaca yang tidak menentu dan arus sungai yang fluktuatif menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan.
Akhirnya, jasad Reza ditemukan tersangkut pada kayu di dalam aliran sungai tersebut.
Ketua Tagana Abdya, Pardianto, membenarkan bahwa jasad korban masih dalam kondisi utuh, mengenakan celana pendek dan kaos biru bergambar Spiderman.
Mengetahui bahwa itu korban, tim Tagana langsung mengevakuasi dengan mengangkat jasad korban ke daratan.
Setelah dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah orang tuanya untuk disemayamkan," ujar Pardianto.
Baca juga: Aksi Heroik Prajurit TNI AD di Aceh Tengah, Warga Terseret Arus Sungai Berhasil Diselamatkan
Menurut informasi yang diperoleh, Reza hanyut diduga karena kondisi arus yang cukup kuat ditambah debit air mulai naik karena hujan, sehingga membuat Reza kehilangan kendali dan terseret aliran air yang dalam.
Camat Manggeng, Ridhawiyardi, mengatakan bahwa laporan hilangnya Reza mulai meluas, dan pihak kecamatan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari keberadaan korban.
"Benar, kita menerima laporan adanya warga atas nama Reza, hanyut di Sungai Manggeng.
Saat ini pencarian sedang diupayakan semaksimal mungkin," ujar Ridhawiyardi di lokasi.
Merespons insiden tersebut, tim gabungan dan masyarakat setempat melakukan pencarian terhadap korban.
Pencarian difokuskan pada penyisiran darat yakni memantau pinggiran sungai dari titik awal kejadian hingga ke arah hilir
Camat Manggeng, Ridhawiyardi, mengimbau agar orang tua lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di dekat aliran sungai atau bendungan.
Peristiwa ini menjadi pengingat betapa berbahayanya bermain di sungai ketika debit air meningkat dan arus deras terjadi.
(Serambinews.com/Masrian Mizani)
Baca juga: Air Meluap di Pandrah Bireuen, Penumpang Ojek Asal Aceh Utara Meninggal Terseret Arus
Baca juga: Tragis! 6 Mahasiswa UIN Walisongo Hanyut Saat Tubing di Sungai Kendal, 5 Meninggal, 1 Masih Dicari
Baca juga: Realisasi APBA Aceh 2026 Capai 23,27 Persen, Melebihi Target Awal Tahun