Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Sebut Minyak dari Rusia Segera Masuk Indonesia
Briandena Silvania Sestiani May 04, 2026 04:11 PM

TRIBUNKALTIM.CO - Di tengah situasi global yang masih dipengaruhi dinamika geopolitik, pemerintah Indonesia memastikan pasokan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), tetap dalam kondisi aman.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam keterangannya, Bahlil menekankan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjaga ketersediaan BBM di dalam negeri, terlepas dari berbagai tekanan global yang memengaruhi sektor energi.

Menurutnya, dalam situasi seperti sekarang, stabilitas pasokan menjadi hal yang jauh lebih penting dibandingkan faktor lainnya, termasuk harga atau strategi jangka panjang.

Baca juga: Naik Lagi, Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Senin 4 Mei 2026, Cek Pertamax Turbo dan Pertamina Dex

“Ada dulu lah (BBM) dalam keadaan kondisi kayak begini, negara harus menjamin ketersediaan semua jenis BBM. Itu jauh lebih penting,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemerintah berfokus pada aspek fundamental energi, yaitu memastikan masyarakat tetap dapat mengakses BBM tanpa gangguan distribusi.

Minyak Rusia Segera Tiba di Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga mengungkapkan bahwa pasokan minyak mentah dari Rusia akan segera masuk ke Indonesia.

Kedatangan minyak impor tersebut diharapkan dapat memperkuat cadangan energi nasional, terutama di tengah kondisi pasar global yang fluktuatif.

“Nanti kalau sudah agak stabil, kondisi geopolitiknya sudah mulai membaik, baru kita pikirkan langkah berikut lagi ya,” lanjutnya.

“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada dan untuk Rusia sebentar lagi masuk ya,” tambah Bahlil.

Minyak mentah sendiri merupakan bahan dasar utama dalam produksi BBM. Setelah diolah di kilang, minyak mentah akan diubah menjadi berbagai jenis bahan bakar seperti bensin, solar, hingga avtur.

Dengan tambahan pasokan dari Rusia, pemerintah berharap ketahanan energi nasional tetap terjaga.

Skema Pembelian Bersifat B2B

Meski mengungkapkan adanya impor minyak dari Rusia, Bahlil menyatakan bahwa rincian terkait harga dan skema pembelian belum dapat disampaikan ke publik.

Ia menjelaskan bahwa proses tersebut dilakukan dalam skema Business-to-Business atau B2B. Istilah B2B merujuk pada transaksi yang dilakukan antar perusahaan, bukan langsung antara pemerintah dengan konsumen.

“Itu kan pakai harga spesial itu B2B aja nanti kita bicarain ya. Ini saya enggak boleh ngomong terlalu mendalam gitu loh,” ungkapnya.

Dengan sistem ini, negosiasi harga dan teknis pembelian dilakukan oleh badan usaha terkait, seperti perusahaan energi, sehingga detailnya tidak selalu dibuka ke publik.

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Di sisi lain, perkembangan terbaru menunjukkan adanya penyesuaian harga BBM, khususnya untuk jenis nonsubsidi yang dijual oleh PT Pertamina (Persero).

Per 4 Mei 2026, beberapa jenis BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga di berbagai wilayah.

Untuk wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik menjadi Rp19.900 per liter dari sebelumnya Rp19.400 per liter pada April 2026.

Sementara itu, di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau hingga Kalimantan Utara, harga Pertamax Turbo bahkan mencapai Rp20.750 per liter.

Selain itu, harga Dexlite (CN 51) juga mengalami kenaikan menjadi Rp26.000 per liter dari sebelumnya Rp23.600 per liter.

Pertamina Dex (CN 53) turut naik menjadi Rp27.900 per liter dari sebelumnya Rp23.900 per liter.

Kenaikan ini menunjukkan adanya penyesuaian harga mengikuti kondisi pasar global, termasuk harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah.

BBM Subsidi dan Jenis Lain Tetap Stabil

Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, pemerintah memastikan bahwa harga BBM subsidi tetap tidak mengalami perubahan.

BBM subsidi sendiri adalah jenis bahan bakar yang mendapatkan bantuan dari pemerintah sehingga harganya lebih terjangkau bagi masyarakat.

Per 4 Mei 2026, harga Pertalite (RON 90) tetap di angka Rp10.000 per liter, sementara Biosolar berada di Rp6.800 per liter.

Untuk BBM nonsubsidi lainnya, harga Pertamax (RON 92) juga tidak mengalami perubahan dan tetap berada di level Rp12.300 per liter.

Pertamax Green (RON 95), yang merupakan bahan bakar ramah lingkungan dengan campuran biofuel, juga masih bertahan di harga Rp12.900 per liter sejak Maret 2026.

Dasar Penyesuaian Harga BBM

Penyesuaian harga BBM ini dilakukan berdasarkan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Kebijakan tersebut merupakan perubahan atas aturan sebelumnya yang mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum.

Dalam aturan tersebut, harga BBM ditentukan berdasarkan sejumlah faktor, termasuk harga minyak mentah dunia, biaya distribusi, serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Dengan demikian, harga BBM nonsubsidi dapat berubah mengikuti dinamika pasar global.

Dampak Geopolitik terhadap Energi

Situasi geopolitik global menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sektor energi, termasuk di Indonesia.

Istilah geopolitik merujuk pada hubungan politik antarnegara yang berdampak pada kebijakan ekonomi dan perdagangan, termasuk distribusi energi.

Ketegangan atau konflik antarnegara dapat memengaruhi pasokan minyak dunia, yang pada akhirnya berdampak pada harga BBM di berbagai negara.

Dalam konteks ini, langkah pemerintah untuk mengamankan pasokan dari berbagai sumber, termasuk Rusia, menjadi strategi untuk menjaga stabilitas energi nasional.

Daftar Harga BBM per 4 Mei 2026

Berikut rincian harga BBM Pertamina yang berlaku mulai 4 Mei 2026:

  • Pertalite: Rp 10.000 per liter
  • Biosolar: Rp 6.800 per liter
  • Pertamax (RON 92): Rp 12.300 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp 19.400 menjadi Rp 19.900 per liter
  • Dexlite (CN 51): Rp 23.600 menjadi Rp 26.000 per liter
  • Pertamax Green (RON 95): Rp 12.900 per liter
  • Pertamina Dex (CN 53): Rp 23.900 menjadi Rp 27.900 per liter

Data ini menunjukkan adanya tren kenaikan pada BBM nonsubsidi, sementara BBM subsidi tetap stabil untuk menjaga daya beli masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.