TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berencana menambah penerangan jalan umum (PJU) pada tahun ini.
Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam merealisasikan kebutuhan secara maksimal.
Kepala Dinas Perhubungan PPU, Agus Dahlan, menyampaikan pihaknya hanya mampu mengusulkan penambahan, sekitar 100 unit PJU untuk tahun ini. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal.
Menurutnya, usulan tersebut diajukan melalui bantuan keuangan provinsi.
Namun, realisasi tetap bergantung pada kemampuan anggaran, yang tersedia di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas.
Baca juga: Tagihan Lampu Penerangan Jalan Umum di Balikpapan Tembus Rp2,7 Miliar per Bulan
“Kita usulkan sekitar 100 titik tahun ini melalui bantuan provinsi, mudah-mudahan bisa tercover,” ungkapnya Senin (4/5/2026).
Agus menjelaskan, kebutuhan PJU di seluruh wilayah Penajam Paser Utara mencapai ribuan unit.
Hal ini berdasarkan hasil survei awal, yang dilakukan oleh timnya di berbagai lokasi.
Ia menyebutkan, total kebutuhan bisa mencapai antara 1.500 hingga 2.500 unit PJU untuk mencakup seluruh wilayah kabupaten secara optimal.
Angka tersebut menunjukkan, masih besarnya kekurangan penerangan jalan.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah daerah terpaksa memprioritaskan pemasangan, di titik-titik yang dianggap paling membutuhkan, seperti jalan utama dan wilayah yang masih gelap.
Penentuan lokasi pemasangan, dilakukan berdasarkan tingkat urgensi dan kepadatan aktivitas masyarakat.
Hal ini agar manfaat PJU, bisa dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Meski jumlah yang diusulkan relatif kecil, Agus menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya bertahap, untuk memenuhi kebutuhan penerangan di Penajam Paser Utara.
Ia juga berharap ke depan kondisi keuangan daerah membaik, sehingga pengadaan PJU bisa dilakukan dalam jumlah yang lebih besar.
"Karena anggaran terbatas, kita manfaatkan yang ada dulu sambil bertahap menambah kekurangan,” pungkasnya.
(*)