WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bergerak cepat merespons tingginya risiko kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api.
Sebuah terobosan teknologi berbasis sensor suara tengah dipersiapkan untuk memberikan peringatan dini bagi pengendara di titik-titik rawan, seperti Bulak Kapal dan Jalan Ampera.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa perbaikan sedang menginisiasi pemasangan alarm elektrik yang dirancang khusus untuk mendeteksi kedatangan kereta api.
Baca juga: Kecelakaan Argo vs KRL, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan Taxi Green hingga KAI Hari Ini
Berbeda dengan palang pintu konvensional, alat ini fokus pada sistem peringatan dini melalui suara yang tajam untuk memecah keabaian pengendara.
Secara teknis, alat yang tengah dikaji oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosandi) ini akan mengirimkan sinyal otomatis saat kereta berada dalam radius 500 meter dari perlintasan.
Begitu kereta mendekat, alarm akan berbunyi nyaring sebagai perintah tegas agar kendaraan tidak memaksakan diri melintas.
“Alat itu nantinya akan mengirimkan sinyal pada saat kereta lewat, alat itu berbunyi… sehingga memberikan peringatan agar kendaraan tidak memaksakan diri melewati jalan yang ada,” jelas Tri Adhianto usai mengikuti apel di kantor Pemkot Bekasi, Senin (4/5/2026).
Target Realisasi dalam Sepekan
Kawasan Bulak Kapal dipilih sebagai lokasi pertama pemasangan alat ini, disusul kemudian oleh wilayah Ampera.
Targetnya bukan main-main; Tri Adhianto memproyeksikan teknologi ini sudah bisa difungsikan dalam waktu lebih kurang satu minggu ke depan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menekan potensi kecelakaan fatal yang sering memakan korban jiwa akibat kelalaian manusia di perlintasan kereta.
Dengan adanya "alarm penyelamat" ini, diharapkan tidak ada lagi suara benturan keras yang merenggut nyawa, melainkan kesadaran untuk berhenti sejenak demi keselamatan bersama.(m37)