Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Nasib warga yang bekerja di pertambangan di wilayah Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang, Kabupaten Bogor terus terkatung-katung.
Pasalnya, kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menutup sementara operasional tambang di wilayah tersebut tak kunjung ada kejelasan hingga kapan akan dibuka kembali.
Sudah tujuh bulan berlalu, ribuan warga terdampak penutupan sejak September 2025 kehilangan mata pencahariannya.
Dampak ekonomi pun sangat dirasakan oleh masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertambangan.
Seperti halnya, Sinta, istri dari sopir truk pengangkut hasil tambang yang kini tak lagi menerima pemasukan dari sang suami.
Wanita berusia 28 tahun itu mengungkapkan, dampak kebijakan tersebut dalam rumah tangganya adalah menjadi penyebab percekcokan.
Hal diungkapnya saat mengikuti aksi unjuk rasa bersama ribuan warga terdampak lainnya di Lapangan Tegar Beriman, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
"Tiap hari berantem gara-gara kita mikir besok ada nggak ya buat bayar motor. Itu kenyataannya, cekcok sama suami karena emang gak kerja lagi," ujarnya, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Temui Massa Aksi, Bupati Bogor Minta KDM Buka Kembali Operasional Tambang
Selama tambang ditutup, suaminya banting stir menjadi penambang pasir tradisional di sungai agar tetap memiliki pemasukan.
Akan tetapi, kata dia, penghasilan menjadi penambang pasir sungai tidak mampu untuk menutup kebutuhan di rumah.
Bahkan, ia pun mengaku harus meminjam uang ke tetangga agar kebutuhan di rumah dapat tercukupi.
"Engga bisa nutupin kebutuhan karena kan ada bayaran ini, bayaran itu, nggak bisa juga kita sebutin. Ada pinjam ke orang, pinjam ke sana, ke sini," ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, Sinta berharap KDM dapat mencabut kebijakan tersebut karena sangat berdampak bagi perekonomian masyarakat.
Terlebih, kompensasi yang dijanjikan akan diberikan selama tiga bulan sebesar Rp3 juta per bulannya hanya terealisasi satu kali, sedangkan dua bulan sisanya belum dibayarkan.
"Semoga tambang yang tidak ilegal dibuka kembali, kalau tidak pun diberikan lowongan pekerjaan yang layak supaya mengurangi pengangguran, termasuk suami saya ya," katanya.