Penjelasan SPPG Air Saga Soal Puluhan Siswa SD 7 dan 23 Tanjungpandan Muntah-muntah dan Pusing
Dedi Qurniawan May 04, 2026 06:24 PM

 
POSBELITUNG.CO - Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, bertindak cepat dengan menarik distribusi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (4/5/2026).

Langkah darurat ini diambil setelah adanya laporan puluhan siswa SD yang mengalami gejala muntah-muntah dan pusing diduga usai mengonsumsi menu yang dibagikan.

Insiden ini menimpa murid-murid dari SD Negeri 7 dan SD Negeri 23 di wilayah Tanjungpandan. Berdasarkan informasi di lapangan, gejala sakit tersebut muncul sesaat setelah para siswa meminum susu kedelai yang menjadi bagian dari paket menu hari itu.

Penarikan Cepat oleh SPPG Air Saga

Ikhsan, perwakilan dari SPPG Air Saga, menyatakan bahwa pihaknya langsung menghentikan distribusi ke sekolah lain begitu laporan masuk

 "Jadi setelah dapat laporan dari SD, kami langsung tarik distribusi terakhir untuk SMPN 4. Saya berupaya koordinasi dengan gurunya untuk penarikan," ujar Ikhsan kepada posbelitung.co.

Laporan awal diterima dari SD Negeri 23 sekitar pukul 09.45 WIB.

 Awalnya hanya ditemukan enam orang yang mengeluh sakit, namun dalam hitungan menit, jumlah siswa SD yang mengalami gejala muntah-muntah terus bertambah drastis hingga mencapai belasan di satu sekolah, dan puluhan di sekolah lainnya.

"Terakhir laporan dari sekolah, di SDN 7 ada 32 murid dan SDN 23 itu 14 sampai 16 murid," tambah Ikhsan.

Susu Kedelai Menu MBG Diduga Jadi Penyebab

Dugaan kuat mengarah pada susu kedelai, mengingat ini adalah pertama kalinya menu tersebut disajikan dalam program MBG di Tanjungpandan. Susu tersebut diketahui berasal dari supplier pelaku UMKM lokal.

"Dugaan sementara memang dari susu kedelai tapi kita belum tahu pasti, sebelum keluar hasil uji lab," jelas Ikhsan. Ia menegaskan bahwa pihaknya kini tengah menunggu hasil resmi pengujian laboratorium dari Pemerintah Daerah bersama stakeholder terkait untuk memastikan penyebab pastinya.

Kondisi Siswa SD di Lapangan
Kepala SD Negeri 7 Tanjungpandan, Asti Ramdaniati, menceritakan suasana kepanikan saat murid-murid mulai bertumbangan. Awalnya laporan datang dari siswa kelas IV, namun tak lama kemudian keluhan serupa muncul dari hampir semua kelas.

"Ada yang muntah-muntah, pusing dan lemas, itu yang dirasakan," ungkap Asti. Ia juga menambahkan bahwa selain murid, terdapat dua orang guru yang mengalami mules dan muntah karena juga ikut menyantap menu tersebut.

Pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan petugas puskesmas untuk memberikan perawatan medis di ruang UKS.

Sebagian besar murid yang kondisinya mulai stabil telah diizinkan pulang bersama orang tua, sementara beberapa siswa lainnya sempat dirujuk ke Puskesmas karena kondisi yang cukup lemah.

Asti berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. "Intinya kita sama-sama mengecek lagi ke depannya. Mudah-mudahan kejadian ini tidak terulang lagi karena menyangkut keselamatan anak-anak kita," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.