TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Job Fair 2026 yang akan digelar pada 6-7 Mei 2026 di Convention Hall Simpang Lima Gumul.
Kepala Disnaker Kabupaten Kediri Ibnu Imad menjelaskan berbagai persiapan teknis telah dilakukan, mulai dari koordinasi internal hingga pertemuan dengan perusahaan peserta.
Ibnu menyebut technical meeting dengan puluhan perusahaan sudah dilaksanakan guna memastikan kesiapan pelaksanaan berjalan optimal.
"Kemarin sudah kita technical meeting dengan perusahaan, berkaitan dengan teknis pelaksanaan dan kebutuhan-kebutuhan perusahaan yang bisa kita fasilitasi," jelasnya saat ditemui, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Viral Video Penemuan 8 Ekor Kambing di Pinggir Jalan Desa Karangrejo Blitar
Dalam forum tersebut, sejumlah perusahaan juga memberikan masukan, salah satunya terkait pengaturan alur pengunjung agar tidak terjadi penumpukan saat pelaksanaan.
Menurut Ibnu, kenyamanan menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan job fair tahun ini.
"Konsepnya kita buat lebih nyaman, baik bagi perusahaan maupun pencari kerja, sehingga tidak terlalu berjubel dan tetap kondusif," jelasnya.
Job Fair 2026 ini akan diikuti lebih dari 40 perusahaan dengan total sekitar 1.800 lowongan pekerjaan yang tersedia bagi masyarakat umum.
Selain itu, kegiatan ini juga terbuka gratis bagi seluruh masyarakat, tanpa persyaratan khusus yang memberatkan peserta.
Disnaker juga menyiapkan sistem hybrid, yakni kombinasi layanan offline dan online untuk memudahkan pencari kerja mengakses informasi lowongan.
Melalui platform online, pencari kerja dapat membuat akun dan melamar pekerjaan secara digital tanpa harus datang langsung ke lokasi.
"Kalau sudah punya akun, nanti bisa langsung melihat lowongan dan melamar. Ini kita dorong agar tidak semua harus datang dan menumpuk di lokasi," terang Ibnu.
Tak hanya itu, pada hari kedua pelaksanaan juga akan digelar talkshow bertema peluang kerja, termasuk program pemagangan ke Jepang.
Konsep talkshow dibuat lebih fleksibel dan interaktif, sehingga pengunjung tetap bisa mengikuti kegiatan sambil mencari lowongan kerja.
"Kita selingi talkshow di tengah kegiatan, jadi pengunjung bisa tetap menikmati informasi sambil berkeliling mencari pekerjaan," tambahnya.
Baca juga: Pernah Dicopot Gatut Sunu, Kini Tri Hariadi Dilantik Jadi Pj Sekda Tulungagung Oleh Ahmad Baharudin
Ibnu menegaskan, pelaksanaan job fair ini menjadi salah satu strategi Pemkab Kediri dalam menekan angka pengangguran.
Momentum pelaksanaan juga dinilai tepat, bertepatan dengan periode kelulusan siswa SMA dan SMK yang membutuhkan akses dunia kerja.
"Ini salah satu upaya kami untuk mengurangi angka pengangguran, sekaligus mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja," ungkapnya.
Ibnu juga mengakui, tantangan tidak hanya dirasakan pencari kerja, tetapi juga perusahaan yang kesulitan menemukan tenaga kerja sesuai kompetensi.
Dengan adanya job fair ini, diharapkan terjadi kecocokan antara kebutuhan industri dan kemampuan pencari kerja.
Sebagai tambahan, panitia juga mengimbau peserta untuk menyiapkan berkas lamaran dan CV terbaik, meski sebagian perusahaan mulai mengurangi penggunaan dokumen fisik.
"Silahkan warga Kediri yang mau daftar pada Job Fair 2026 ini," ungkapnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)