Jerman Ungkap Kelemahan AS seusai Trump Tarik Pasukan dari Berlin, Jadi Celah Penting bagi Iran
Nur Rohman Urip May 04, 2026 09:12 PM

Kanselir Jerman Friedrich Merz membeberkan kondisi kekuatan militer AS di tengah perang panjang dengan Iran.

Menurut Merz, kini AS tak lagi memiliki stok rudal yang cukup termasuk rudal jelajah Tomahawk.

Hal ini ditegaskan Merz kepada lembaga penyiaran ARD pada Senin (4/5/2026).

Merz menyinggung kelemahan AS menyoal rencana penempatan rudal jelajah Tomahawk ke Jerman dalam waktu dekat.

Rudal itu awalnya dijanjikan oleh mantan Presiden AS Joe Biden pada 2024.

Tujuannya untuk memperkuat kemampuan pencegahan Jerman hingga Eropa untuk menegembangkan sistemnya sendiri.

Merz juga menyoroti keputusan Presiden Donald Trump yang memilih untuk menarik 5.000 tentaranya dari Jerman.

Media-media AS melaporkan, Militer AS telah secara signifikan menghabiskan persediaan rudal utamanya selama perang dengan Iran. 

Hal ini menciptakan risiko besar bahwa AS telah kehabisan amunisi jika terjadi konflik dalam beberapa tahun ke depan.

Selama melawan Iran, AS diketahui telah menghabiskan setidaknya 45 persen dari persediaan rudal presisinya.

Termasuk sistem THAAD yang juga hancur selama perang.

AS juga dilaporkan kehilangan hampir 50 persen persediaan rudal pencegat pertahanan udara Patriot.

Militer AS juga telah menghabiskan sekitar 30 persen persediaan rudal Tomahawk.

Termasuk di antaranya penggunaan rudal jarak jauh gabungan Udara ke Permukaan, hingga 20 persen rudal SM-3 dan SM-6.

Dari laporan analis militer AS, diperlukan hingga empat hingga lima tahun, untuk mengganti sistem-sistem tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.