TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mengakui masih adanya sejumlah sekolah dengan fasilitas yang perlu diperbaiki, khususnya di wilayah pinggiran seperti Kelurahan Batu Tritip dan Geniot, Kecamatan Sungai Sembilan.
Selain kondisi bangunan sekolah, akses jalan menuju lokasi pendidikan juga dinilai masih membutuhkan perhatian serius. Hal ini dinilai menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya Disdikbud, tetapi juga berbagai pihak terkait seperti Perusahaan sekitar.
Plh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai Yusmanidar, menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi tersebut, dan memastikan perbaikan fasilitas pendidikan akan menjadi prioritas dalam pembangunan tahun 2026.
"Kami tidak akan berdiam diri. Ini tetap menjadi prioritas kami di tahun 2026, terutama untuk sekolah-sekolah di wilayah ujung yang masih membutuhkan perhatian," imbuhnya
Di sisi lain, Pemko Dumai juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Salah satunya dengan mengusulkan pembukaan formasi CPNS tahun 2026 yang memprioritaskan tenaga guru, sekaligus memberikan peluang bagi guru honorer yang belum diangkat menjadi PPPK.
Yusmanidar mengungkapkan, saat ini masih terdapat kekurangan tenaga pendidik di tingkat SD dan SMP negeri se-Kota Dumai. Kekurangan tersebut terjadi pada berbagai formasi penting.
Untuk tingkat SD, kebutuhan tenaga pendidik di antaranya meliputi guru PJOK sebanyak 67 orang, guru BMR 57 orang, guru Seni Budaya dan Prakarya (SBDP) 43 orang, guru Bahasa Inggris 66 orang, tenaga pustakawan 25 orang, serta guru Agama Kristen sebanyak 26 orang.
Sementara di tingkat SMP, formasi yang masih dibutuhkan antara lain guru Agama Kristen sebanyak 14 orang, guru muatan lokal 25 orang, serta guru Bimbingan Konseling sebanyak 24 orang, dan sejumlah formasi lainnya.
"Kami berharap usulan yang kami sampaikan ini dapat dikabulkan, sehingga kualitas tenaga pendidik di Kota Dumai semakin baik ke depannya," tambahnya.
Sementara itu,Tambahnya terkait anak-anak yang putus sekolah, Disdikbud Dumai ada sekitar 1.259 yang mana untuk putus sekolah tingkat SD ada sekitar 428 dan SMP 831.
"Memang untuk data sementara daerah Kecamatan Sungai Sembilan memang yang tertinggi ada sekitar 337, tentunya ini menjadi perhatian Kami, apakah faktor ekonomi atau ada hal lainnya yang mempengaruhinya," pungkasnya
Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra