Menpora Erick Banjir Dukungan di SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026
Hasiolan Eko P Gultom May 04, 2026 11:38 PM

Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan di SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehadiran Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, dalam SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 membawa misi penting untuk menyampaikan gagasan besar terkait transformasi penyelenggaraan SEA Games.

Menpora Erick menilai bahwa pesta olahraga Asia Tenggara yang digelar dua tahunan tersebut seharusnya tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, melainkan memiliki makna lebih luas sebagai instrumen pengembangan prestasi atlet.

Ia menekankan bahwa SEA Games perlu menjadi bagian dari mekanisme pembinaan, sekaligus wadah pematangan atlet sebelum tampil di ajang internasional yang lebih tinggi.

Selain itu, Erick juga melihat SEA Games sebagai aset regional yang memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan prestasi atlet, serta mempererat persatuan antarnegara di Asia Tenggara.

“SEA Games adalah multi-sport event terbesar di Asia Tenggara. Ajang ini memiliki sejarah, dikenal luas dan semua negara di kawasan ini berpartisipasi. Sudah sepantasnya ajang ini menjadi aset berharga di bidang olahraga yang kita miliki bersama,” ujar Menpora Erick.

Namun demikian, ia menyoroti bahwa selama ini SEA Games kerap terkesan menjadi panggung bagi tuan rumah untuk meraih gelar juara umum. Selain itu, cabang olahraga maupun nomor yang dipertandingkan belum sepenuhnya mengacu pada standar Olimpiade.

Berbeda dengan Asian Games maupun Olimpiade yang memiliki daya tarik global tinggi, baik dari sisi siaran televisi, tren digital, maupun pendapatan, SEA Games dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan di sektor-sektor tersebut.

Hal inilah yang mendorong Menpora Erick menegaskan pentingnya pembenahan melalui struktur pertandingan yang konsisten, tata kelola yang transparan, serta perencanaan komersial jangka panjang sebagai kunci transformasi SEA Games.

“Saya sangat menyadari bahwa pelaksanaan SEA Games ada di bawah struktur yang berbeda, bukan langsung diatur oleh kementrian olahraga di negara ASEAN. Meskipun begitu, kondisi ini tidak membatasi peran kita. Sebagai Menteri yang membawahi pemuda dan olahraga, kita bertanggung jawab untuk membentuk masa depan olahraga di regional tempat kita berada,” terang Menpora Erick.

“Untuk menentukan arah dan tujuan, kita harus menyatukan kerangka berpikir dan meningkatkan nilai jual SEA Games dalam jangka panjang,” sambungnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan nilai ajang tersebut, Menpora Erick mengusulkan agar SEA Games dijadikan sebagai batu loncatan menuju Asian Games dan Olimpiade.

Dengan demikian, cabang olahraga dan nomor yang dipertandingkan diharapkan didominasi oleh nomor Olimpiade agar memiliki tolok ukur yang jelas, tanpa sepenuhnya menghilangkan cabang olahraga lokal.

Gagasan tersebut mendapat respons positif dari para delegasi yang hadir. Mereka sepakat bahwa sudah saatnya SEA Games menjadi ajang yang mampu menyaring calon atlet berkelas dunia dari kawasan Asia Tenggara.

Menteri Olahraga Filipina, John Patrick Gregorio, secara tegas menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas kompetisi akan berdampak langsung pada nilai ekonomi SEA Games.

Sementara itu, Acting Minister, Ministry of Culture, Community and Youth Singapore, DavidNeo Chin Wee, menyampaikan bahwa Singapura mendukung penuh langkah transformasi tersebut, sejalan dengan konsistensi negaranya dalam mengirim atlet pada cabang Olimpiade.

Dukungan juga datang dari Vietnam yang diwakili oleh Duta Besar Vietnam untuk Indonesia, Ta Van Thong. Ia menilai transformasi SEA Games merupakan tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kualitas dan reputasi ajang tersebut.

Adapun Laos melalui Wakil Menteri Pendidikan dan Olahraga, Kingmano Phommahaxay, mengusulkan pembentukan tim ad hoc sebagai langkah lanjutan untuk merealisasikan gagasan transformasi tersebut.

Sebagai bentuk komitmen bersama, para delegasi sepakat untuk memasukkan agenda transformasi SEA Games ke dalam Bali Declaration yang menjadi hasil dari SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.