Pengamat Timur Tengah Dina Sulaeman menyebut, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kehabisan alasan untuk tetap mempertahankan konflik dengan Iran.
Terbaru, Trump menolak proposal 14 poin dengan dalih Teheran belum cukup mendapat hukuman atas kejahatannya selama 47 tahun.
Dina pun menyimpulkan bahwa isu senjata nuklir hanya dijadikan kedok agar dunia mau mendukung AS.
"Loh tadi katanya nuklir, sekarang kenapa tiba-tiba bicara perbuatan Iran selama 47 tahun terakhir," kata Dina dalam wawancara bersama Tribunnews pada Senin (4/5/2026).
Ia lantas menyinggung hasil survei dari sejumlah lembaga yang menyatakan bahwa 83 persen orang Indonesia memandang alasan Trump memerangi Iran tidak sah.
"Publik Indonesia gak ada yang percaya kalau ini (soal) nuklir," tambahnya.
Terkait nasib konflik, Dina berpandangan bahwa bola saat ini ada di tangan AS karena Iran sudah memberi tuntutan yang jelas kepada Washington lewat proposal terbarunya.
"Kalau Iran justru bisa tetap di atas angin dengan cara menunggu, sementara ini yang tantrum ini AS Trump yang tantrum," pungkas Dina.