Anggota TNI AL Meninggal di Kapal Perang, Ayah Korban Ungkap Anaknya Sempat Telpon Sebut Kalimat Ini
Welly Hadinata May 04, 2026 05:27 PM

SRIPOKU.COM — Kematian anggota TNI AL Kelasi Dua (KLD) Ghofirul Kasyfi atau Ovy (22) di dalam kapal perang KRI Radjiman Wedyodiningrat memunculkan sejumlah kejanggalan dan menjadi sorotan keluarga.

Ayah korban, Mahbub Madani, mengungkapkan bahwa sejak ditempatkan di kapal tersebut di Jakarta, anaknya kerap mengeluhkan kondisi yang dialami dan meminta untuk dipindahkan.

“Anak saya selalu bilang tidak kuat ada di sana,” ujar Mahbub, Senin (4/5/2026).

Awalnya, keluarga menganggap keluhan tersebut sebagai bagian dari proses adaptasi di lingkungan kerja baru.

Namun, kekhawatiran muncul setelah korban berulang kali menghubungi keluarga dan menyampaikan keinginannya untuk pindah penugasan.

Menurut Mahbub, anaknya bahkan sempat mengaku mengalami kekerasan. “Dia bilang, ‘kalau saya dibantai, Pa’,” katanya.

Ia menambahkan, dugaan penganiayaan tersebut disebut terjadi berulang kali dan melibatkan banyak orang.

Korban juga disebut beberapa kali meminta bantuan kepada keluarga karena mengaku sakit.

“Sering sekali dia telepon bilang, ‘saya sakit Pa, tolong Pa’,” ungkapnya.

Kejanggalan semakin terasa setelah keluarga menerima kabar kematian korban.

Saat jenazah dipulangkan pada 27 April 2026, pihak keluarga mendapati adanya sejumlah lebam di tubuh korban.

“Saya melihat wajah dan tubuh anak saya banyak lebam. Ini sudah tidak wajar,” kata Mahbub.

Merasa kematian anaknya tidak wajar, pihak keluarga mendesak agar dilakukan autopsi untuk mengungkap penyebab pasti kematian.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan kekerasan tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.