BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Pascaresmi dilantik, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya mengaku bakal tancap gas.
Melanjutkan warisan proyek dari pucuk pimpinan PUPR sebelumnya, berbagai agenda pembangunan infrastruktur segera dilaksanakan.
Pada Mei 2026 ini, ditetapkan sebagai titik awal pengerjaan proyek di lapangan. Pihaknya menegaskan seluruh kegiatan harus sudah dimulai pada bulan ini agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun.
"Kegiatan harus dimulai di bulan Mei ini, sehingga sebelum APBD Perubahan, kegiatan-kegiatan itu sudah harus selesai. Jangan sampai ada yang melewati akhir tahun di bulan Desember 2026 nanti," janji Chandra, usai pelantikan, Senin (4/5/2026).
Dinas PUPR Banjarmasin telah mengantongi daftar prioritas yang akan segera dieksekusi. Isu besar yang menjadi perhatian utama adalah normalisasi sungai dan drainase.
Baca juga: 7 Pejabat Eselon II Dilantik Wali Kota Banjarmasin, Ada Windiasti Kartika hingga Ahmad Syauqi
Program ini berkaitan dengan upaya mitigasi banjir di Kota Seribu Sungai. Proyek ini akan disinergikan dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) terkait.
Selanjutnya penanganan TPAS Basirih, menurutnya masalah pengelolaan sampah di TPAS Basirih akan menjadi prioritas penanganan melalui kolaborasi lintas sektoral.
Menyadari pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan sendiri, Dinas PUPR akan memperkuat koordinasi antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Sinergitas ini akan melibatkan beberapa dinas, di antaranya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)