Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Detik-detik mencekam terjadi di aliran Sungai Kriyan, Kota Cirebon, saat seorang bocah berusia 11 tahun dilaporkan hanyut setelah sempat terlihat mengangkat tangan meminta pertolongan di tengah derasnya arus, Senin (4/5/2026) sore.
Peristiwa tragis ini bermula ketika empat anak bermain air di sungai yang berada di sekitar Jembatan Kesunean, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk.
Awalnya, kondisi sungai masih relatif aman.
Namun situasi berubah drastis saat hujan turun dan arus tiba-tiba menjadi deras.
Baca juga: Cebur di Sungai Kriyan Berujung Petaka! Bocah 11 Tahun di Cirebon Hanyut, Satu Masih Dicari
Ketua RW 02 Mandalangan, Didi Supriadi, mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang ia terima dari anak-anak yang selamat, mereka sempat berenang bersama sebelum akhirnya terseret arus.
“Berenang berempat. Waktu itu sebelum hujan, arus masih belum kencang. Tapi setelah hujan datang, arus jadi besar dan mereka terbawa,” ujar Didi saat diwawancarai di lokasi kejadian, Senin (4/5/2026).
Ia menyebut, dari empat anak tersebut, dua berhasil selamat.
Sementara dua lainnya sempat terbawa arus, namun satu di antaranya berhasil menyelamatkan diri.
Baca juga: Cebur di Sungai Kriyan Berujung Petaka! Bocah 11 Tahun di Cirebon Hanyut, Satu Masih Dicari
“Yang duanya selamat. Yang satu lagi sempat tersangkut di pintu air, tapi pas teman-temannya mau nolongin, dia terbawa arus lagi,” ucapnya.
Korban yang hingga kini masih dalam pencarian diketahui bernama Afandi Akbar (11), warga RW 02 Mandalangan.
Menurut Didi, momen paling mengharukan terjadi saat korban berusaha bertahan di tengah derasnya arus.
“Dia sempat kelihatan tangannya minta tolong. Itu yang satu, namanya Afandi,” jelas dia.
Baca juga: Cebur di Sungai Kriyan Berujung Petaka! Bocah 11 Tahun di Cirebon Hanyut, Satu Masih Dicari
Namun derasnya arus membuat teman-temannya tidak berani memberikan pertolongan langsung.
“Anak-anak nggak berani nyemplung karena arusnya sudah besar,” katanya.
Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang pukul 16.30 WIB, bertepatan dengan turunnya hujan deras di kawasan tersebut.
“Antara jam 4-an. Setelah hujan turun, arus jadi kencang. Anak-anak mungkin nggak tahu, akhirnya terbawa,” ujarnya.
Baca juga: Cebur di Sungai Kriyan Berujung Petaka! Bocah 11 Tahun di Cirebon Hanyut, Satu Masih Dicari
Didi juga mengungkapkan, kejadian ini sempat tidak langsung diketahui warga karena anak-anak yang selamat tidak berani melapor.
“Mereka nggak berani cerita, takut sama orang tuanya. Akhirnya ketahuan warga dan baru terungkap,” ucap Didi.
Diketahui, keempat anak tersebut adalah Afandi, Luki, Arman dan Sofyan.
Sebagian besar masih duduk di bangku sekolah dasar, sementara satu lainnya sudah tingkat SMP.
Baca juga: Cebur di Sungai Kriyan Berujung Petaka! Bocah 11 Tahun di Cirebon Hanyut, Satu Masih Dicari
Sementara itu sebelumnya, Lurah Kesepuhan, Paramayudha Kuswara, membenarkan adanya laporan anak hanyut di Sungai Kriyan.
Ia mengatakan, laporan pertama diterima dari Ketua RW setempat.
“Dua orang hanyut, satu berhasil diselamatkan, dan satu lagi masih dalam pencarian,” jelas Paramayudha.
Hingga petang kini, proses pencarian terhadap Afandi terus dilakukan oleh tim gabungan dari kepolisian, BPBD dan relawan.
Baca juga: Cebur di Sungai Kriyan Berujung Petaka! Bocah 11 Tahun di Cirebon Hanyut, Satu Masih Dicari
Penyisiran dilakukan menyusuri aliran sungai hingga ke arah hilir, bahkan direncanakan sampai ke muara.
Pantauan di lokasi saat waktu Magrib menunjukkan suasana pencarian berlangsung intens.
Sejumlah petugas terlihat berjaga di bantaran sungai sambil berkoordinasi menggunakan alat komunikasi.
Beberapa di antaranya bersiap melakukan penyisiran menggunakan perahu di area yang sulit dijangkau.
Baca juga: Cebur di Sungai Kriyan Berujung Petaka! Bocah 11 Tahun di Cirebon Hanyut, Satu Masih Dicari
Lampu penerangan mulai dinyalakan untuk membantu proses pencarian di tengah kondisi minim cahaya.
Warga sekitar pun tampak memadati lokasi, menanti kabar dengan rasa cemas.
Upaya pencarian terus dilakukan, sementara harapan keluarga dan warga tetap menggantung di derasnya arus Sungai Kriyan.
Baca juga: Cebur di Sungai Kriyan Berujung Petaka! Bocah 11 Tahun di Cirebon Hanyut, Satu Masih Dicari
Hingga petang kini, satu korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan.
Peristiwa tersebut terjadi di aliran Sungai Kriyan, tepatnya di sekitar Jembatan Kesunean, wilayah Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk.
Lurah Kesepuhan, Paramayudha Kuswara menjelaskan, kejadian bermula dari laporan warga terkait anak-anak yang bermain air di sungai.
Baca juga: Warga Kuningan Temukan Benda Diduga Granat saat Gali Septic Tank, Muncul Dikedalaman 2 Meter
“Ya, tadi ada laporan dari Pak RW 02 Mandalangan, Pak Didi, bahwa ada anak dari warga Mandalangan, tiga orang, yang ‘cebur-ceburan’ (bermain air) di sini. Dua orang hanyut, tapi satu orang berhasil terselamatkan. Satu lagi sekarang masih dalam pencarian, Pak,” ujar Paramayudha, saat ditemui di lokasi, Senin (4/5/2026).
Korban yang hingga kini belum ditemukan diketahui bernama Afandi Akbar, warga RW 02 Mandalangan.
Ia diperkirakan berusia sekitar 11 tahun.
“Kalau tidak salah, Afandi. Usianya kurang lebih 11 tahun,” ucapnya.
Baca juga: Warga Kuningan Temukan Benda Diduga Granat saat Gali Septic Tank, Muncul Dikedalaman 2 Meter
Ia juga menyebut, jumlah anak yang berada di lokasi saat kejadian masih belum dapat dipastikan.
"Antara berempat atau bertiga lah, kurang lebih informasi yang kami dapat seperti itu,” jelas dia.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, insiden hanyut tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Laporan kemudian diterima melalui layanan darurat sekitar pukul 17.05 WIB dan langsung ditindaklanjuti oleh pihak terkait.
Baca juga: Warga Kuningan Temukan Benda Diduga Granat saat Gali Septic Tank, Muncul Dikedalaman 2 Meter
“Tadi sekitar jam 4 sore, Pak. Saat ini tim sedang menyusuri. Kami juga ada tim nanti di jembatan yang sudah standby di sana,” katanya.
Pantauan di lokasi saat waktu Magrib menunjukkan suasana pencarian berlangsung intens.
Sejumlah petugas kepolisian, BPBD dan relawan tampak berjaga di tepi sungai sambil berkoordinasi menggunakan alat komunikasi.
Beberapa personel juga terlihat bersiap melakukan penyisiran menggunakan perahu untuk menjangkau area yang sulit diakses dari darat.
Baca juga: Warga Kuningan Temukan Benda Diduga Granat saat Gali Septic Tank, Muncul Dikedalaman 2 Meter
Cahaya lampu mulai menyala di sekitar lokasi, menandakan pencarian dilakukan hingga malam hari.
Selain itu, keberadaan petugas dengan perlengkapan khusus turut memperkuat upaya evakuasi di tengah kondisi pencahayaan yang minim.
Informasi yang diterima, pencarian korban akan diperluas hingga ke arah hilir sungai, bahkan sampai ke muara guna meningkatkan peluang penemuan.