Inflasi Pangkalpinang Maret 2026 Capai 1,41 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Pangan hingga Transportasi
Ardhina Trisila Sakti May 04, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kota Pangkalpinang mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 1,41 persen pada Maret 2026. Kenaikan ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 107,40, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 105,91.

"Inflasi y-on-y sebesar 1,41 persen ini menunjukkan adanya kenaikan harga secara umum, terutama pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau," ujarnya dalam penyampaian BRS, Senin (4/5/2026).

Kelompok tersebut mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,71 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,50 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 2,08 persen. Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami kenaikan sebesar 1,60 persen, serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,18 persen.

Sementara itu, beberapa kelompok justru mengalami penurunan harga atau deflasi secara tahunan, yakni kelompok pendidikan sebesar 10,53 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan, serta pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen.

"Secara bulanan (month to month/m-to-m), Pangkalpinang juga mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. Namun, secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d), tercatat masih terjadi deflasi sebesar 0,12 persen," jelasnya.

Dari sisi andil inflasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 1,17 persen terhadap inflasi tahunan. Disusul kelompok transportasi sebesar 0,22 persen dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 0,21 persen.

Sejumlah komoditas tercatat menjadi pendorong utama inflasi, di antaranya daging ayam ras, emas perhiasan, angkutan udara, berbagai jenis ikan seperti ikan selar dan ikan kembung, serta komoditas sayuran seperti bayam dan kangkung. Selain itu, beras, cabai rawit, hingga Sigaret Kretek Mesin (SKM) juga turut memberikan tekanan terhadap inflasi.

"Di sisi lain, komoditas seperti biaya pendidikan sekolah menengah atas, popok bayi, cabai merah, bensin, serta beberapa bahan pangan seperti bawang merah dan minyak goreng justru memberikan andil terhadap deflasi," tuturnya.

Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga angkutan udara, daging ayam ras, hingga sejumlah komoditas hortikultura seperti bayam dan kangkung menjadi faktor utama. Sedangkan penurunan harga berbagai jenis ikan dan cabai menjadi penahan laju inflasi.

Kegiatan penyampaian BRS ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Pangkalpinang, termasuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dewi berharap data ini dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian inflasi, terutama pada sektor pangan dan transportasi yang masih menjadi penyumbang utama kenaikan harga di Kota Pangkalpinang.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.