NOC Indonesia Terapkan Safeguarding di Kejurnas Akuatik, Dorong Lingkungan Olahraga yang Aman & Inklusif
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mulai memperkuat implementasi safeguarding dalam ekosistem olahraga nasional melalui kehadiran langsung Safeguarding Officer pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik yang digelar di Stadion Akuatik GBK Senayan 28 April – 1 Mei 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama akan pentingnya lingkungan olahraga yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan maupun pelecehan.
Kehadiran Safeguarding Officer NOC Indonesia di Kejurnas Akuatik tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi pintu awal untuk membangun komunikasi, edukasi, serta kepercayaan dengan para atlet, pelatih, dan ofisial di lapangan.
Pendekatan yang dilakukan bersifat informal namun strategis, dengan menekankan bahwa safeguarding adalah tanggung jawab bersama dalam menjaga integritas dan kesejahteraan insan olahraga.
Safeguarding Officer NOC Indonesia, Tabitha Sumendap, menegaskan bahwa kehadiran ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan peran safeguarding secara lebih dekat kepada komunitas olahraga.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap atlet dapat berlatih dan bertanding dalam lingkungan yang aman dan suportif. Kehadiran kami di Kejurnas ini adalah bentuk komitmen untuk mulai membangun awareness, membuka ruang dialog, dan menunjukkan bahwa safeguarding itu hadir, nyata, dan dapat diakses,” ujar Tabitha.
Lebih lanjut, Tabitha menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan tidak bersifat kaku, melainkan adaptif dengan dinamika di lapangan.
Dengan begitu, pesan safeguarding dapat diterima secara lebih natural oleh seluruh pihak yang terlibat.
Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari Pengurus Besar Akuatik Indonesia.
Wakil Ketua Umum I Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science Pengurus Besar Akuatik Indonesia, Wisnu Wardhana yang menilai bahwa kehadiran safeguarding menjadi elemen penting dalam pengembangan prestasi jangka panjang.
“Prestasi tidak hanya dibangun dari aspek teknik dan fisik, tetapi juga dari rasa aman dan nyaman atlet. Kehadiran safeguarding dari NOC Indonesia di Kejurnas ini menjadi langkah positif untuk memastikan pembinaan berjalan secara holistik, melindungi atlet sekaligus meningkatkan kualitas ekosistem olahraga,” ungkap Wisnu.
Melalui inisiatif ini, NOC Indonesia berharap kehadiran safeguarding di Kejurnas Akuatik dapat menjadi model awal yang menginspirasi cabang olahraga lainnya untuk menghadirkan pendekatan serupa dalam setiap kompetisi.
Ke depan, safeguarding diharapkan tidak hanya menjadi program, tetapi menjadi budaya yang tertanam kuat dalam setiap level pembinaan olahraga di Indonesia.
Sepanjangan 2026, safeguarding NOC Indonesia juga telah hadir untuk memberikan edukasi di Rapat Kerja Nasional Pengurus Besar Taekwondo Indonesia dan Kejuaraan Nasional Gymnastic.
Dengan dimulainya langkah ini, NOC Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya lingkungan olahraga yang menjunjung tinggi nilai respect, safety, dan dignity bagi seluruh insan olahraga Indonesia.