BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Ada hal yang baru dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK di Kalimantan Selatan tahun ajaran 2026/2027.
Yakni, nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu komponen seleksi pada jalur prestasi pada SPMB kali ini selain nilai raport.
"Pada tahun sebelumnya, hanya nilai raport saja. Tapi tahun ini TKA sekitar 30 persen, sementara 70 persen lainnya tetap mengacu pada nilai rapor yang terintegrasi dalam sistem elektronik," urai Kepala Bidang Bina SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat, Selasa (4/6/2026).
Dijelaskannya, karena TKA di tingkat SMP hanya mencakup Bahasa Indonesia dan Matematika, maka tidak mungkin dijadikan satu-satunya acuan. Karena itulah proporsinya sekitar 70 persen rapor dan 30 persen TKA.
Dedi menambahkan, kebijakan tersebut merupakan penyesuaian dari arahan pemerintah pusat agar TKA tetap diakomodasi dalam proses seleksi, namun tidak mendominasi penilaian.
Baca juga: Jadwal SPMB SMAN 2 Banjarbaru, Pihak Sekolah Akan Buka Pendaftaran Secara Online
Baca juga: Temani Sang Ibu Berobat, Perempuan Muda di Kuin Selatan Banjarmasin Ditusuk, Ini Kata Polisi
Selain perubahan komposisi nilai di jalur prestasi, sistem seleksi tetap mengacu pada empat jalur utama sama pada tahun tahun sebelumnya.
Yakni jalur domisili (sebanyak 35 persen), prestasi (sebanyak 30 persen), afirmasi (30 sebanyak persen), dan perpindahan tugas orang tua atau mutasi (5 sebanyak persen).
Adapun, mengenai pelaksanaan SPMB sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 22 hingga 24 Juni 2026.
Dedi Hidayat menjelaskan Disdikbud Kalsel menargetkan seluruh proses berjalan secara daring (online), meski tetap membuka opsi hybrid di wilayah dengan keterbatasan jaringan.
"Kita tidak juga memaksakan online full kepada sekolah SMA di wilayah yang jaringan terbatas, semisal kawasan Paramasan Banjar dan beberapa daerah kepulauan di Kotabaru," jelas Dedi.
Secara keseluruhan, terdapat 216 SMA Negeri dan Swasta di Kalimantan Selatan yang akan melaksanakan SPMB tahun ini.
Kepala SMAN 1 Martapura, Eko Sunyoto, siap menyambut sisiwa baru tahun ini.
Dia juga membenarkan jika di tingkat sekolah, penerapan komposisi nilai tersebut akan langsung berdampak pada jalur prestasi akademik.
“Nilai rapor semester 1 sampai 5 itu bobotnya 70 persen, kemudian 30 persen dari nilai TKA. Ini yang membedakan dari tahun sebelumnya,” jelasnya.
Eko berharap masyarakat dapat memahami perubahan tersebut dan mempersiapkan diri sejak dini agar proses pendaftaran berjalan lancar.
"Kalau jumlah siswa yang akan kami tampung di SPMB tahun ini sembilan rombongan belajar (rombel) sebab tahun sebelumnya kami meluluskan sembilan rombel juga," jelas Eko Sanyoto.
* Tranparansi dan Kelancaran.
Pada apel hari Pendidikan Nasional, di halaman Kantor Gubernur Kalsel, hari ini ditandatangani fakta integritas kepada bupati wali kota se Kalsel dan Forkompinda.
Fakta integritas itu mendukung agar pelaksanaan SPMB di 2026 ini transparan dan bebas pungutan liar.
"Penandatangan ini salah satu bentuk komitmennya SMPB dilaksanakan secara gratis tanpa pungutan. Kita harapkan SPMB harus transparan, akuntabel," kata Kadisdik Kalsel. H Rahim.
Bukan hanya itu, sebagai bentuk pengawasan pihaknya juga akan mengontrol pelaksanaan SPMB nantinya.
Termasuk dengan melibatkan Ombudman RI.
"Ya, nanti kita akan keliling untuk memantau SPMB SMA, SMK, dan SLB. Kita bersama-sama mengontrol agar akuntabel," jelas H Rahim.
Jika masih ada oknum yang masih bermain, maka pihaknya tidak akan segan menindaknya.
"Kalau jika ada pungutan, kita akan tindak bagaimana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tegas H Rahim.
Selain, menjaga agar keberlangsungan SPMB berjalan transparan dan akuntabel, maka pihak Disdik juga akan menjaga kelancaran dan keandalan jaringan dalam keberlangusngan SPMB.
Kepala Bidang Bina SMA Disdikbud Kalsel, Dedi Hidayat, menambahkan pihaknya sudah komunikasi dengan dari Telkom dan PLN juga disiapkan untuk memastikan kelancaran sistem
“Kalau Telkom kita kerjasama dengan sistemnya yang menyediakan jaringan. Untuk listrik nanti bersama PLN ketika pelaksanaan untuk memback up kelistrikan di sekolah sekolah agar tak padam,” tandasnya.
(Banjarmasin Post/Nurholis Huda)