Irwansyah Akademisi dan Budayawan Gayo Raih Doktor Cumlaude, Angkat Kearifan Lokal dalam Disertasi
Mawaddatul Husna May 04, 2026 08:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Fikar W Eda | Aceh Tengah

TribunGayo.com, TAKENGON - Kabar membanggakan datang dari Tanah Gayo.

Irwansyah, akademisi sekaligus budayawan dan da’i asal Aceh Tengah, berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dalam sidang terbuka yang digelar pada Kamis (30/4/2026).

Ia mencatatkan nilai gemilang 94,5 pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.

Disertasi yang mengantarkannya pada capaian akademik tertinggi ini berjudul “Peri Berabun Remalan Bertungkat: Nilai Komunikasi Berbasis Kearifan Budaya Masyarakat Gayo di Madrasah Aliyah Negeri Takengon".

Karya ini menegaskan pentingnya nilai-nilai komunikasi tradisional Gayo sebagai fondasi pendidikan modern, khususnya dalam konteks madrasah.

“Alhamdulillah, ini bukan sekadar capaian pribadi, tetapi bagian dari ikhtiar menghadirkan budaya Gayo dalam wacana akademik,” ujar Irwansyah usai sidang kepada TribunGayo.com.

Irwansyah lahir di Linge, Aceh Tengah, pada 5 Juni 1984, dari pasangan Asa bin Lesa dan Bintang Meriah.

Ia kini menetap di Desa Lemah, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah bersama istrinya, Wahyu Maisyarah, S Kes serta empat putri mereka yaitu Nabila Mouna Putri, Nazla Afifah Linge, Najwa Atiqah Linge, dan Sayiidatul Khumaira Linge.

Perjalanan Pendidikan Irwansyah

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri Singah Mulo (lulus 1996), kemudian MTsN 1 Takengon (2000), dan MAN 1 Takengon (2003/2004).

Ketertarikannya pada lintas budaya membawanya ke Maroko, mengikuti program Diplome Khusus Pembelajaran Perbandingan Budaya Maroko–Indonesia di Universitas Ibnu Tofail, Kenitra (2004–2007).

Sekembalinya ke Tanah Air, ia menempuh pendidikan S1 dan S2 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, keduanya diraih dengan predikat cumlaude.

Konsistensi akademiknya berlanjut hingga jenjang doktoral di UIN Sumatera Utara.

Tak hanya di dunia akademik, Irwansyah juga dikenal sebagai sosok multitalenta.

Ia pernah menjadi vokalis Didong Gayo (2000–2012), aktif dalam pertukaran pelajar Indonesia–Maroko.

Serta meraih berbagai penghargaan di bidang seni dan dakwah, termasuk juara lomba puisi dan ceramah di berbagai daerah.

Dedikasinya terhadap nilai-nilai keislaman juga tercermin dari pengabdiannya sebagai penjaga masjid dan muadzin selama 12 tahun.

Ia mendirikan organisasi IPPEMATANG di Malang pada 2007, dan sejak 2013 aktif sebagai da’i yang mengangkat harmoni Islam dan budaya lokal.

Dalam dunia akademik, Irwansyah pernah menjadi dosen PPPK di STAIN Gajah Putih (2012–2018), dan sejak 2018 menjadi dosen PNS di IAIN Takengon.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Prodi S1 Pendidikan Agama Islam serta kini menjadi anggota Senat kampus tersebut.

Kiprah organisasinya pun luas.

Ia menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Didong Nasional (PERIKOGADING) sejak 2024.

Dan aktif di berbagai lembaga seperti DDI, BKPRMI Aceh Tengah, Ulama Lintas Tengah, hingga menjadi pembimbing haji dan umrah serta dewan hakim Syahril.

Melalui capaian doktoralnya ini, Irwansyah diharapkan semakin memperkuat peran sebagai jembatan antara tradisi dan modernitas, sekaligus mengokohkan posisi budaya Gayo dalam khazanah pendidikan Islam di Indonesia. (*) 

Baca juga: Bupati Haili Yoga Tunjuk Salimsyah Sebagai Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tengah

Baca juga: Jembatan Bailey Kala Ili Aceh Tengah Kini Sudah Dapat Dilintasi

Baca juga: Bupati Aceh Tengah Luncurkan Posyandu 6 SPM, Dorong Pelayanan Terpadu untuk Masyarakat

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.