Daftar Dugaan Kekerasan Erin Mantan Istri Andre Taulany ke ART, Pukul Kepala hingga Makian 'Gembel'
Rr Dewi Kartika H May 04, 2026 09:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM -  Herawati, asisten rumah tangga (ART), Erin Wartian mantan istri Andre Taulany mengungkapkan sederet perlakuan tak baik yang diterimannya selama bekerja.

Akibat perlakuan tak menyenangkan itu, Herawati melaporkan Erin Wartia ke Polres Jakarta Selatan.

Laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/1680/IV/2026/Polres Metro Jakarta Selatan.

1. Dipukul Pakai Sapu

Herawati mengaku pernah dipukul kepalanya menggunakan sapu oleh Erin, pada 28 April 2026.

Ia menjelaskan peristiwa pemukulan tersebut terjadi saat dirinya tengah membersihkan rumah Erin saat sore hari, sekitar pukul 15.00 WIB.

"Waktu itu kan jam tiga sore, bersih-bersih di rumah ibu Erin, itu dua kali kan, pagi jam lima, sama jam tiga sore," ucap Herawati dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Cumi-cumi.

"Nah, pas posisi itu jam tiga sore pun, saya sudah megang sapu, sudah bersihin atas. Lagi mukul-mukul kursi, biar debunya hilang, Ibu Erin tuh tiba-tiba ke atas," imbuhnya.

Erin kala itu mendadak marah-marah, melihat Herawati belum menutup pintu dan hordeng kamar anaknya.

"Terus lihat kamarnya Mas Dio, itu hordengnya dibuka, katanya. Terus pintu kamar mandinya masih kebuka. Kan posisinya paginya, kamar mandinya udah saya bersihin," kata Herawati.

Herawati menyebut biasanya dia akan menutup seluruh pintu dan hordeng di pukul 17.00 WIB.

"Jam lima tuh saya keliling, saya tutup-tutupin semua. Eh, itu kan belum jam lima. Jam tiga ibu udah marah-marah. Katanya 'kalau di sini, di rumah saya tuh nggak boleh, ada kamar mandi kebuka'," ucap Herawati.

Erin terus memaki-maki Herawati menggunakan bahasa tak baik, meski wanita tersebut sudah meminta maaf dan melakukan perintahnya.

"Kerja tuh pakai otak. Kalau di sini nggak bisa seenaknya, katanya gitu," kata Herawati.

Herawati lalu mengaku Erin mengambil sapu yang sedang dipegangnya, lalu memukul kepalanya sebanyak 2 kali.

Kepalanya dipukul, Herawati mengeluh kesakitan kepada Erin.

"Dia ngambil sapu yang saya pegang. Langsung dia pukul kepalaku," ucap Erin.

"Nah, terus saya bilang, 'ibu, jangan main tangan dong, ibu. Sakit, ibu'," 

"Dipukul lagi. Kedua kalinya," imbuhnya.

Setelah peristiwa pemukulan itu, Herawati langsung menelepon pihak yayasan yang menyalurkannya.

Herawati mengadukan kejadian tak menyenangkan tersebut dan meminta dipindahkan dari rumah Erin.

2. Ditendang

Mengetahui Herawati menelepon pihak yayasan, Erin kembali mengamuk.

Ia memanggil Herawati, dan menyuruhnya untuk berjongkok di hadapannya.

Menurut Herawati, kala itu Erin menendang kepalanya.

Herawati sontak terjengkak ke belakang.

"Katanya gini, 'Kamu sini jongkok, jangan berdiri'. Saya jongkok kan di depan dia. Dia pake mukena," ujar Herawati.

"Nah, disitu dia tendang. Tendang kepala saya itu. Satu kali ditendang, sampai saya terjengkang,"

"'Ya Allah bu, maaf bu,kenapa sih bu jalan kasar bu?'Aku bilang gitu kan," imbuhnya.

3. HP Dibanting

Di momen yang sama, Erin kemudian meminta Herawati untuk menyerahkan ponselnya.

Tak menaruh curiga, Herawati lalu memberikan ponsel tersebut.

Ternyata Erin langsung membanting ponsel Herawati sebanyak 2 kali.

"Terus dia banting dua kali. Abis itu dibawa masuk ke kantor. 'Kamu kenapa nelepon yayasan kamu?'" kata Herawati.

4. Dimaki-maki Gembel

Herawati mengaku sering dimaki oleh Erin selama bekerja. 

Setiap ada kesalahan pekerjaan atau mood-nya sedang tak baik-baik saja, para asisten rumah tangga kerap dimaki oleh Erin. 

"Ya kalau lagi baik ya dia enggak marah-marah, tapi kalau lagi enggak baik ya mood-nya gitu maki-maki," kata Herawati saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026). 

Kata-kata kasar seperti "tolol" atau "gembel" kerap terucap dari mulut Erin Wartia ketika sedang marah. 

Hal itu sudah bahkan sudah lumrah bagi para pekerja di rumahnya. 

"Iya, ke semua ART ditolol-tololin sudah biasa," kata Herawati. 

5. Gaji Ditahan

Herawati sendiri sudah bekerja sejak 30 Maret 2026 di kediaman Erin Wartia.

Namun setelah mengalami dugaan penganiayaan dan melaporkannya ke polisi, gaji Herawati tidak dibayarkan oleh Erin Wartia.

"Ponsel, baju saya masih di sana, sama KTP, gaji pun belum dikasih sampai sekarang," kata Herawati.

Pada kesempatan sebelumnya, Erin Wartia sempat berujar telah membayar biaya kompensasi kepada Nia Damanik selaku pihak penyalur ART.

 Namun Nia membantah bahwa itu adalah biaya kompensasi atas pekerjaan Herawati.

"Tidak ada, tidak ada. Dan itu bukan kompensasi, itu bayar ke saya administrasi," kata Nia menambahkan.

Nia Damanik mendatangi rumah Erin Wartia untuk menjemput Herawati usai mendapat perlakuan tidak menyenangkan selama bekerja.

Di saat bersamaan, Nia meminta gaji Herawati yang sudah hampir sebulan bekerja di sana.

Namun Nia Damanik justru diusir oleh Erin Wartia.

"Makanya saya datang malam itu dengan baik-baik kita selesaikan secara administrasi dan kembalikan gaji dan yang ditahan serahkan ke pekerjanya biar saya bawa pulang," kata Nia.

Erin Bantah Lalu Lapor Balik

Erin Wartia membantah tudingan yang menyebut dirinya menahan gaji Herawati, sebagaimana ramai dibicarakan di Threads. 

Erin menegaskan, Herawati belum genap satu bulan bekerja sehingga belum waktunya menerima gaji. 

“ART berinisial H ini belum sebulan bekerja. Baru saja bergabung dengan saya,” kata Erin usai membuat laporan di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026). 

“Jadi tidak ada yang namanya menahan gaji. Faktanya, memang belum waktunya menerima gaji,” tambah Erin. 

Terkait tudingan penganiayaan, pihak Erin juga membantah dengan tegas. 

Kuasa hukum Erin, Siti Hajar, menyebut kliennya justru menjadi korban fitnah dan pencemaran nama baik. 

“Sesungguhnya klien kami menjadi korban fitnah dan pencemaran nama baik yang diduga dilakukan oleh pihak tertentu, termasuk penyalur ART yang informasinya disampaikan oleh ART tersebut,” ujar Siti Hajar. 

Hal serupa disampaikan kuasa hukum lainnya, Ramdani. 

Ia menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut di media sosial. 

“Apa yang disampaikan di media sosial itu tidak benar dan tidak pernah terjadi. Kami juga akan menelusuri pihak-pihak yang berada di baliknya,” kata Ramdani. 

Di sisi lain, Erin juga melaporkan balik akun di Threads atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/16977/IV/2026/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/POLDA METRO JAYA. 

Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.