Warga Geger Temukan Sopir Truk Tewas Terikat di Belakang Jok, Wajah Dilakban
Noval Andriansyah May 04, 2026 09:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pekanbaru - Warga dibuat geger saat menemukan sopir truk tewas dalam kondisi mengenaskan, tubuh terikat di belakang jok, wajah dilakban, dan ditutup koran di dalam kendaraannya.

Penemuan itu terjadi siang hari, saat suasana masih cukup ramai. Tapi tak ada yang menyangka ada jasad di dalam truk yang terparkir.

Kecurigaan justru datang dari orang yang memantau kendaraan itu dari jauh. Posisi truk yang berhenti terlalu lama membuatnya merasa ada yang tidak beres.

Saat dicek bersama polisi, barulah terungkap kondisi korban yang sudah tak bernyawa di dalam kabin.

Posisinya di belakang jok sopir, tangan dan tubuh terikat. Wajahnya dilakban rapat, seolah sengaja dibungkam.

Baca juga: Sopir Truk Dikeroyok 2 Pelaku di Jalinsum Lampung Tengah, Alami Luka Lebam di Wajah

Kondisi itu langsung memicu dugaan kuat adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal.

Dikutip dari TribunPekanbaru.com, penemuan jenazah sopir truk tersebut terjadi tepatnya di Kelurahan Bandar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban diketahui bernama Heri Supriadi (54), seorang sopir asal Jakarta Utara.

Jasad korban ditemukan di dalam mobil truk merek Hino warna hijau dengan nomor polisi B 9080 UXQ.

Penemuan ini bermula dari kecurigaan seorang pengurus kendaraan, Willy Tikaso, yang memantau posisi truk melalui GPS.

Saat diketahui kendaraan berhenti di lokasi tersebut, saksi kemudian meminta pendampingan polisi untuk melakukan pengecekan.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan korban dalam kondisi mengenaskan di belakang jok sopir.

Tubuh korban terikat tali, bagian wajah dilakban, serta ditutup menggunakan koran.

Terkait kejadian ini, pihak kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, di antaranya pekerja bengkel dan warga sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan analisa awal, korban diduga meninggal dunia akibat kehabisan oksigen setelah diikat dan dilakban pada bagian wajah.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin Lumban Gaol mengatakan, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban serta mencari pelaku.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus ini,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.