TRIBUNMANADO.CO.ID - Renungan untuk ibadah pemuda Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dalam sepekan mulai 3 - 9 Mei 2026.
Pembacaan alkitab terdapat pada 1 Yohanes 2:18-27.
Tema perenungan adalah Tidak Ada Dusta yang Berasal dari Kebenaran.
Khotbah:
Sobat Obor, ada suatu ungkapan yang disampaikan oleh seorang narasumber disatu acara yang ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi: beliau berkata, toleran for kognitife distortion: yang maknanya adalah “orang dengan kecerdasan tinggi sulit mentolerir kebohongan”.
Ia hendak menjelaskan betapa luar biasanya kebohongan yang dibangun di atas dasar kebencian namun dibungkus dengan pengetahuan yang salah tempatnya.
Kebohongan yang terus menerus di propagandakan supaya akhirnya dapat diterima sebagai sebuah kebenaran.
Padahal sehebat apapun kebohongan dikemas, tidak mungkin dapat menjadi kebenaran sebab keduanya bertolak belakang.
Hal ini adalah contoh nyata dalam kehidupan di tengah masyarakat Indonesia.
Hampir setiap hari kita juga mendengar dan menyaksikan kebohongan-kebohongan yang dilakukan oleh orang lain dan mungkin dilakukan juga oleh kita.
Begitu mudahnya seseorang atau kita berdusta, berbohong untuk mencapai tujuan-tujuan dalam hidupnya ataupun hanya sekedar untuk menenangkan atau mengamankan suatu kondisi dalam kehidupan.
Lihatlah ada begitu banyak orang termasuk kita sebagai orang percaya yang mudah berdusta melalui ungkapan otw, so dekat, so di jalan.
Belum lagi penyalahgunaan keuangan dalam studi baik di sekolah ataupun kampus, bahkan juga di tempat kerja serta dalam pelayanan yang Tuhan percayakan bagi kita.
Seharusnya sebagai orang percaya yang juga mengaku sebagai orang benar tentu saja menjauhi bahkan tidak berkompromi dengan segala perkataan bahkan tindakan yang lahir dari kebohongan dalam kehidupan.
Orang percaya harus hidup dalam kebenaran dengan taat dan setia setiap waktu.
Sobat obor, Yohanes melalui bacaan yang kita renungkan di sepanjang minggu berjalan ini menyatakan bahwa antikristus sosok si jahat dan musuh utama Kristus akan muncul selama hari-hari terakhir.
Guru-guru palsu datang dari jemaat serta menolak Yesus sebagai Kristus, sebagai Mesias. Oleh karena itu maka Yohanes mengingatkan orang percaya agar waspada. Ia mengatakan dalam bacaan saat ini mulai dari ayat 18-19 dengan mengatakan anak-anak inilah waktu terakhir (Yun. eskatos hora, saat terakhir).
Waktu dimana antikristus (Yun. antikhristos, mesias palsu atau orang yang berupaya untuk menempatkan dirinya pada tempat Kristus) bangkit.
Walaupun mereka memang berasal dari jemaat tetapi dianggap bukan lagi jemaat, bukan lagi sepersekutuan sebab mereka keluar dari persekutuan jemaat terutama persekutuan di dalam Kristus.
Yohanes kemudian mengingatkan jemaat di ayat 20-21 bahwa mereka telah beroleh pengurapan (Yun. ekhete khrisma, memiliki atau mempunyai penugasan, pengurapan dengan kuasa Roh Kudus).
Dengan pengurapan itu maka seharusnya mereka mengetahui kebenaran (Yun. eido aletheia, melihat kebenaran) sehingga memahami bahwa tidak ada dusta (Yun. pseudos, kepalsuan atau tipu daya) yang berasal dari kebenaran.
Sehingga pendusta (Yun. pseustes, pembohong) adalah yang menyangkal (Yun. arneomai, yang meninggalkan, yang menolak,) bahwa Yesus adalah Kristus, yang menyangkal baik Bapa maupun Anak (ay. 22).
Setiap orang yang menyangkal tidak akan diakui (Yun. homologon dari homologeo, keselarasan hati dan mulut, pernyataan iman yang berani dan terbuka), tetapi yang tinggal (Yun. menei, tetap berada) di dalam Dia akan menerima janji kehidupan yang kekal (ay. 23-25).
Akhirnya di bagian penutup bacaan ini Yohanes mengingatkan orang percaya agar jangan sampai disesatkan (yun. planao, disimpangkan, dibelokkan) dari pengajaran yang telah diterima.
Pengajaran melalui pengurapan yang berasal dari Tuhan, pengajaran yang benar dan bukan dusta. (ay. 26-27)
Sobat obor, jadilah orang muda yang hidup dalam kebenaran dan bukan dengan dusta atau tipu daya. Belajarlah terus hidup melakukan dan memperkatakan kebenaran dalam segala tanggung jawab yang dianugerahkan Tuhan bagi kita.
Jangan sampai kita tergoda dan akhirnya terjerumus dan disesatkan dalam dusta atau kebohongan dalam kehidupan yang dijalani. Tetaplah hidup dalam pengajaran yang kita terima melalui persekutuan baik pribadi maupun berjemaat.
Sambil mengingat bahwa Tuhan telah mengurapi kita dengan kuasa-Nya sehingga mengetahui kebenaran dan melakukannya dalam segala aktivitas yang kita jalani.
Tidak mudah untuk diombang-ambingkan dengan pengajaran-pengajaran yang palsu tapi tetap kokoh dalam iman kepada-Nya.
Ingatlah! Secepat apapun kebohongan berlari suatu saat kebenaran akan menggapainya bahkan melewatinya. Amin.
Sumber: sobatobor.com