Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) berada dalam satu forum silaturahmi sekaligus Halal Bihalal bersama Ketua PCNU se-Jawa Timur di Dhalem Kasepuhan Syaikhona Muhammad Kholil, kompleks Ponpes Al Kholiliyah An Nuroniyah, Demangan Timur, Kelurahan Demangan, Bangkalan, Madura, Senin (4/5/2026) sore.
Gus Yahya mengungkapkan, kesempatan yang diinisiasi seluruh PCNU di Jawa Timur itu juga menjadi momen untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari PCNU-PCNU terkait dinamika organisasi di tubuh PBNU.
"Alhamdulillah berinisiatif bertemu dan saya diundang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan. Ini merupakan forum yang sangat berharga bagi kami," ungkap Gus Yahya.
PCNU se-Madura Raya bersepakat mengusulkan Bangkalan sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar NU ke-35 dalam pelaksanaan pertemuan yang digelar di Ponpes Darul Ulum Gersempal, Kabupaten Sampang pada 4 April 2026.
Hal itu didasarkan karena sumber dan NU berada di Demangan, Bangkalan.
Dalam susunan Panitia Inti Muktamar NU ke-35, Sekjen PBNU, KH Saifullah Yusuf ditunjuk sebagai Ketua Panitia Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama sekaligus Ketua Panitia Muktamar.
"(Bangkalan tuan rumah Muktamar) Itu nanti akan diputuskan melalui Konferensi Besar, persiapan materi sudah mulai berjalan," jelas Gus Yahya.
Baca juga: Cucu Pendiri NU Beri Apresiasi pada Forum Ketua PWNU yang Desak Muktamar Digelar Sesuai Jadwal
Disinggung berkaitan banyak SK PCNU dan PWNU belum ditandatangani, Gus Yahya menyatakan sudah mulai dikerjakan karena ada tekanan dari PWNU seluruh Indonesia.
"Alhamdulillah sekarang sudah mulai berjalan," ujarnya.
Muktamar PBNU dijadwalkan akan digelar antar Juli dan Agustus 2026 mendatang.
Forum tertinggi organisasi itu digelar guna mengevaluasi kinerja pengurus, menyusun program strategis lima tahun ke depan, merumuskan fatwa terkait masalah keagamaan dan kebangsaan (Bahtsul Masail), serta memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Muktamar juga menjadi ajang pengukuhan kembali arah khidmah NU.
Baca juga: Gus Kikin Jawab Soal Pencalonan Ketum PBNU Jelang Muktamar: Saya Siap tapi Tidak Pernah Minta
"Saya itu cuma (ingin) bayar utang, bayar utang saja. Utang janji sama cabang-cabang (PCNU/PWNU) karena saya dulu nyalon dan harus memenuhi kalau ada janji yang belum terpenuhi. Jadi saya masih punya utang," jawab Gus Yahya ketika ditanya peluangnya untuk kembali memimpin PBNU.
Ketua PCNU Kabupaten Bangkalan, KH Makki Nasir mengungkapkan, usulan PCNU se-Madura tentang Bangkalan tuan rumah Muktamar NU ke-35 diserahkan kepada Konferensi Besar dan Munas Alim Ulama di PBNU.
"Kalau nanti memang diamanahkan menjadi lokasi Muktamar, kami siap dan harus siap. Apalagi ditunjuk oleh para masyayikh pengurus PBNU," ungkap Kiai Makki kepada TribunMadura.com.
Ia menambahkan, setelah kesempatan Halal Bihalal bersama Ketua PCNU se-Jawa Timur, Gus Yahya juga melanjutkan malam ini bertemu dengan PCNU dari empat kabupaten di Madura.
Baca juga: Alasan Kiai Kediri Berharap Muktamar NU ke-35 Kembali Digelar di Pondok Pesantren
Pada sesi pertama, intinya membahas terkait persoalan-persoalan organisasi, terkait dengan pemahaman peraturan perkumpulan, dan isu-isu yang berkembang di masyarakat bagaimana klarifikasi dari PBNU.
"Alhamdulillah sudah terjawab semua, alhamdulillah memang tujuan Halal Bihalal agar tercipta konsentrasi berorganisasi di tengah capeknya menanggapi dinamika yang ada," pungkas Kiai Makki.