TRIBUNMADURA.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin menyoroti akar kedisiplinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang disebut tidak lepas dari pelatihan militer era Jepang melalui Pembela Tanah Air (PETA).
Pernyataan tersebut disampaikannya saat pertemuan dengan Menteri Pertahanan Jepang Koizumi Shinjiro dalam agenda Indonesia-Japan Defense Ministers’ Meeting (DMM) 2026 di Jakarta, Senin (4/5/2026), seperti dilansir dari Tribunnews.com.
Simak penjelasan sosok Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin dan rekam jejaknya.
Baca juga: Sosok Arifatul Choiri Fauzi, Menteri PPPA yang Disorot Usai Usulan Gerbong Wanita di Tengah
Sjafrie Sjamsoeddin lahir di Ujung Pandang, Makassar, pada 30 Oktober 1952.
Ia merupakan putra dari Letkol TNI (Purn) Haji Sjamsoeddin Koernia dan Hamdana, serta anak keenam dari 11 bersaudara.
Dalam kehidupan pribadinya, Sjafrie menikah dengan Etty Sudiyati dan dikaruniai dua orang anak, yakni Kolonel Inf Muhammad Benrieyadin Sjafrie dan Siti Benita Friyati.
Baca juga: Sosok 3 Jejak Sastrawan Madura, Dari Tradisi hingga Karya Modern
Berdasarkan data yang dilansir dari laman resmi Kementerian Pertahanan RI, Sjafrie merupakan lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1974.
Ia kemudian menempuh berbagai pendidikan militer lanjutan seperti Seskoad (1989), Sesko TNI, dan Lemhannas RI.
Selain itu, Sjafrie juga mengikuti pendidikan khusus seperti Dik PARA, Free Fall, Komando, hingga Pandu Udara.
Rangkaian pendidikan tersebut membentuk karakter kepemimpinan dan kemampuan strategisnya, baik dalam operasi tempur maupun perencanaan pertahanan.
Baca juga: Profil Harry Kane, Dari Ridgeway Rovers hingga Jadi Kandidat Top Skor di Liga Champions
Karier militer Sjafrie terbilang panjang dan strategis.
Ia pernah menjabat sebagai Danton Grup 1 Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) serta terlibat dalam sejumlah operasi penting, termasuk di Timor-Timur pada 1976 dan Aceh pada 1987.
Sjafrie juga pernah memimpin satuan dan wilayah strategis, di antaranya sebagai Danrem 061/Surya Kencana (1995), Kasdam Jaya (1996), hingga Pangdam Jaya pada 1997.
Pengalaman tersebut memperkuat posisinya di jajaran elite TNI, yang kemudian berlanjut pada jabatan strategis seperti Aster Kasum TNI (1998), Kapuspen TNI (2002), dan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan pada 2005.
Baca juga: Profil Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Sosok di Balik Pembukaan 35.000 Lowongan Kerja
Setelah purnatugas dari militer aktif, Sjafrie tetap berkontribusi dalam sektor pertahanan nasional.
Sjafrie dipercaya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan RI pada periode 2010–2014.
Selanjutnya, Sjafrie kembali mengemban peran strategis sebagai Asisten Khusus Menteri Pertahanan Bidang Manajemen Pertahanan pada 2019–2024.
Atas pengalaman panjang tersebut, Sjafrie akhirnya dilantik sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029.
Sepanjang pengabdiannya, Sjafrie menerima berbagai tanda jasa
Sjafrie juga memperoleh penghargaan internasional berupa Master Parachutist Badge dari Angkatan Darat Amerika Serikat, yang menunjukkan pengakuan atas kemampuan profesionalnya di bidang militer.
Baca juga: Profil Badrus Zeman, Motor Band Lhorju’ yang Menghidupkan Rock Madura