Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Wilayah yang selama ini dianggap relatif aman dari peredaran narkoba ternyata tak sepenuhnya steril.
Temuan kokain dalam jumlah besar di pesisir Kabupaten Sumenep, Madura, menjadi bukti adanya potensi jalur masuk narkoba dari luar negeri.
Sebanyak 22,226 kilogram kokain dimusnahkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur di depan Lobby Tribrata Mapolda Jatim, Senin (4/5/2026).
Pemusnahan tersebut dipimpin langsung Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto dan dihadiri unsur Forkopimda, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea Cukai, serta instansi terkait lainnya.
Melalui keterangan tertulisnya, Kapolda Jatim menjelaskan, pengungkapan kasus narkoba di wilayahnya sepanjang awal tahun 2026 cukup tinggi.
"Sejak awal tahun 2026, kami telah mengungkap 2.231 kasus narkoba dengan total 2.851 tersangka," ungkap Irjen Nanang.
Dari ribuan kasus tersebut, polisi menyita berbagai jenis barang bukti, di antaranya sabu seberat 72,77 kilogram, ganja 37,9 kilogram, kokain 22,22 kilogram, serta ekstasi sebanyak 2.737 butir.
Menurutnya, temuan kokain ini tergolong langka dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Baca juga: Alasan Polda Jatim Musnahkan 22,2 Kg Kokain Tak Bertuan yang Ditemukan di Sumenep
"Untuk kokain jumlahnya mencapai 22,22 kilogram. Ini sangat jarang ditemukan dan tergolong mahal," ucapnya.
Irjen Nanang menjelaskan, barang bukti tersebut awalnya ditemukan di wilayah pesisir Sumenep dengan berat kotor 27,83 kilogram.
Setelah melalui proses pembersihan, berat bersihnya menjadi 22,226 kilogram.
"Hasil uji laboratorium forensik memastikan seluruh sampel positif mengandung kokain," terangnya.
Pihaknya juga memaparkan peta kerawanan narkoba di Jawa Timur.
Kota Surabaya masih menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan tertinggi atau zona hitam dengan kontribusi 25,09 persen dari total kasus.
Baca juga: Kapolda Jatim Pastikan Barang di Perairan Sumenep Kokain, Nilai Jual Ditaksir Capai Rp 225 Miliar
Disusul Malang dan Sidoarjo dalam kategori tinggi, sementara daerah lainnya berada pada kategori sedang hingga rendah.
Namun demikian, ia menyoroti adanya fenomena baru, yakni ditemukannya kokain di wilayah pesisir Sumenep yang sebelumnya tergolong rendah kasus narkoba.
"Ini menjadi peringatan bagi kita semua. Wilayah yang terlihat aman bisa saja dimanfaatkan sebagai jalur masuk narkoba dari luar negeri," tegasnya.
Barang bukti kokain tersebut dimusnahkan setelah melalui uji laboratorium oleh Bidlabfor Polda Jatim dan disaksikan oleh seluruh pihak yang hadir.
Dengan demikian, pihaknya juga mengapresiasi peran masyarakat dalam membantu pengungkapan kasus tersebut, khususnya warga yang melaporkan temuan mencurigakan.
Baca juga: 26 Kapolsek di Sumenep Ikuti Tes Urine Mendadak, Hasilnya Negatif Narkoba
"Kami mengajak masyarakat untuk tetap waspada. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada aparat," pintanya.
Ia menegaskan, Polda Jatim bersama instansi terkait berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah Jawa Timur.
"Kami tegaskan tidak ada ruang bagi peredaran narkoba di Jawa Timur. Ini komitmen bersama demi menyelamatkan generasi bangsa," tegasnya.