Warga Gotong Royong setelah Banjir Landa Muara Madras Merangin
Mareza Sutan AJ May 04, 2026 10:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Hujan deras menyebabkan Sungan Mantenang meluap pada Minggu (3/5/2026).

Rumah warga terendam banjir. Warga kelabakan mengevakuasi barang-barang.

Sejumlah bangunan rusak, dan satu jembatan yang biasa dilalui warga, putus.

Banjir bandang itu menerjang Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, pada Minggu (3/5/2026) malam.

Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang menyebabkan meluapnya aliran Sungai Mantenang.

Kepala Desa Muara Madras, Saleh Albasaroh, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam air dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter.

“Ya, tadi malam sekitar pukul 19.30 WIB, telah terjadi banjir bandang di desa kami, mengakibatkan beberapa rumah warga tergenang banjir dan beberapa jembatan rusak,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menyebutkan, meski sempat merendam permukiman, debit air kini sudah berangsur surut.

Warga pun mulai melakukan pembersihan rumah secara gotong royong.

“Alhamdulillah, hari ini warga sudah mulai membersihkan rumah masing-masing. Namun ada satu rumah yang rusak berat dan tidak layak huni,” tambahnya.

Selain rumah warga, banjir juga merusak infrastruktur desa.

Satu jembatan gantung dilaporkan putus, sementara satu jembatan lainnya mengalami kerusakan namun masih bisa dilalui.

Empat jembatan usaha tani berbahan kayu juga mengalami kerusakan.

Tak hanya itu, satu unit bangunan taman kanak-kanak dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.

Beberapa ternak milik warga juga dilaporkan mati akibat derasnya arus air.

Secara keseluruhan, terdapat empat rumah warga terdampak, dengan satu di antaranya roboh.

Selain itu, lima rumah lainnya tergenang lumpur dan satu masjid turut terendam.

Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Saleh mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun, dengan menghindari aktivitas di sekitar bantaran sungai guna mencegah hal serupa terulang.

Gotong Royong Bersihkan Dampak Banjir

Kapolsek Jangkat, Iptu Ade Chandra, mengatakan pihaknya bersama warga dan unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk membantu penanganan pascabanjir.

“Banjir bandang ini disebabkan kenaikan debit air Sungai Mantenang akibat curah hujan yang tinggi, sehingga merendam rumah penduduk dan fasilitas umum,” katanya.

Ia menambahkan, air mulai surut sekitar pukul 22.00 WIB pada malam kejadian.

Selain merusak rumah dan fasilitas umum, banjir juga menyebabkan dua unit sepeda motor milik warga hanyut terbawa arus.

Pihak kepolisian bersama TNI dan masyarakat setempat kemudian melakukan kerja bakti membersihkan lumpur sisa banjir.

“Saat air sudah surut, kami bersama masyarakat langsung bergotong royong membersihkan lokasi. Alhamdulillah, hari ini pembersihan sudah selesai,” pungkasnya.

(Tribunjambi.com/Frengky Widarta)

 

Baca juga: Korban Hanyut yang Ditemukan di Sungai Batang Merangin Dimakamkan Tadi Sore

Baca juga: Pria Hanyut di Desa Titian Teras Ditemukan di Aliran Sungai Batang Merangin

Baca juga: Tim Kemenkes Enggan Komentar perihal Kematian Dokter Myta setelah Investigasi di Jambi

Baca juga: Banjir Bandang di Muara Madras Merangin, Rumah Terendam dan Jembatan Putus

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.