Begal yang Serang Mahasiswi Pendaki di Pasuruan Ternyata Sering Beraksi juga di Malang
Dyan Rekohadi May 05, 2026 12:05 AM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dua pelaku begal bercelurit yang diringkus anggota Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim ternyata merupakan komplotan penjahat yang sudah sering berulah di wilayah Pasuruan hingga Malang.

Dua pelaku yang ditangkap itu warga Kelurahan Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, berinisial JF (19) dan SAS (25) biasanya juga beraksi dengan anggota komplotan lain, berinisial AI.

Sosok AI sudah berhasil ditangkap lebih dulu oleh Anggota Satreskrim Polres Pasuruan, beberapa pekan lalu.

Baca juga: Polda Jatim Bekuk 2 Begal Sadis Pasuruan, Mahasiswi Luka Bacok 15 Cm

 

Peran Kejahatan Pelaku 

Panit I Unit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Iptu Ario Senopati Joyonegoro mengatakan, pelaku JF merupakan joki motor sarana aksi jenis Honda Beat warna biru. 

Sedangkan, Pelaku SAS merupakan eksekutor perampasan motor dan pembacokan celurit mengenai bahu kiri korban, EDR.

"Satu pelaku berinisial JF yang perannya sebagai joki tertangkap di daerah Burneh Bangkalan. Kami melanjutkan pengejaran di daerah Kemangi, Ngembal, Tutur, Pasuruan, pelaku SAS," ujarnya saat ditemui di Lobby Ditreskrimum Mapolda Jatim, pada Senin (4/5/2026).

"Untuk pelaku ada satu yang tertangkap berinisial AI itu sudah tertangkap Kabupaten Pasuruan Polres dan dua pelaku ini (JF dan SAS) yang baru tertangkap. Jadi ini pelaku-pelaku baru," katanya. 

Meski tergolong baru, mereka berdua sudah pernah beraksi di enam lokasi. 

Lokasi tersebut tersebar di dua kabupaten, yakni empat lokasi di Kabupaten Malang dan dua lokasi di Kabupaten Pasuruan. 

"Jadi modusnya sebenarnya cuma mencuri, karena kemarin korban melawan akhirnya pelaku dengan sengaja atau melukai korban dengan celuritnya itu," jelasnya. 

Mengenai modus operandi yang dilakukan oleh komplotan tersebut. Ario mengungkapkan, pelaku kerap berkeliling di beberapa wilayah permukiman warga dan jalanan yang terpantau sepi. 

Baca juga: Breaking News: Sindikat Curanmor Bersenjata Bondet Digulung Polda Jatim

 

Kronologi Pembegalan Mahasiswi


Pada malam itu, korban yang menjadi target sasaran Pelaku SAS dan temannya, merupakan pemotor ketiga yang kebetulan melintas. 

Artinya, terdapat dua pemotor warga sebelumnya yang sempat nyaris menjadi korban begal komplotan tersebut. 

"Dia menunggu korbannya sebanyak dua kali.  Jadi korban pertama lewat; calon korban pertama lewat gagal calon korban kedua, sudah lewat, gagal," katanya. 

"Akhirnya, korban ketiga ini yaitu dua orang wanita ini yang sepeda motornya berhasil mereka ambil paksa, atau mereka rampas," pungkasnya. 


Sementara itu, Kanit III Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP Muhammad Fauzi mengatakan, pelaku kerap mempersenjatai diri menggunakan celurit. Pelaku tidak segan melukai korban jika mendapati korban melawan. 

"Kami sita senjatanya, celurit ini ya. Dia kemarin bacok korban sampai harus dijahit 18 jahitan," ujar Fauzi, menambahkan. 

Di lain sisi, salah satu kakak korban Bayu mengapresiasi gerak cepat Anggota Tim Jatanras Polda Jatim yang berhasil menangkap para pelaku. 

Ia berharap para pelaku dapat dihukum setimpal sesuai perundang-undangan. Karena, akibat insiden tersebut adiknya mengalami trauma. 

"Ya dihukum setimpal. Karena adik saya masih trauma masih takut ketemu orang baru, dan orang gak dikenal," ujar pria yang bekerja sebagai satpam di sebuah rumah sakit swasta Kota Surabaya itu. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.