TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Manchester City Pep Guardiola melontarkan pengakuan jujur usai timnya ditahan imbang 3-3 Everton.
Man City kesulitan saat bermain di kandang Everton di Hill Dickinson Stadium pada penutup pekan ke-35 Liga Inggris, Selasa (5/5/2026).
City membuka keunggulan pada menit ke-43 lewat aksi Doku. Winger asal Belgia itu memanfaatkan bola liar di tepi kotak penalti untuk melepaskan tembakan akurat.
Everton bangkit di babak kedua. Gol penyeimbang lahir pada menit ke-68 melalui Thierno Barry dalam situasi yang sempat diperdebatkan sebelum akhirnya disahkan.
Momentum tuan rumah berlanjut saat Jake O'Brien mencetak gol dari sepak pojok pada menit ke-73.
Barry kemudian mencetak gol keduanya pada menit ke-81 setelah memanfaatkan kesalahan Mateo Kovačić, membawa Everton unggul 3-1.
City tak menyerah. Erling Haaland memperkecil skor tak lama kemudian, sebelum Doku mencetak gol lewat sepakan dari luar kotak penalti, yang membuat skor sama.
Baca juga: Klasemen Liga Inggris Terbaru: Man City Terpeleset di Kandang Everton, Arsenal Pegang Kendali Gelar
Meski terhindar dari kekalahan, hasil imbang ini tetap menjadi kerugian besar bagi Manchester City.
Man City datang ke laga ini dengan dua pertandingan lebih sedikit dan tertinggal enam poin dari ArsenGela
Namun setelah gagal menang, mereka kini tertinggal lima poin dari pemuncak klasemen dengan hanya satu laga tersisa sebagai tabungan.
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui sulitnya bermain di markas Everton.
"Bermain tandang ke Everton selalu sulit. Saya beri kredit untuk ketenangan dan agresivitas mereka," katanya, dikutip dari Standard.
"Di babak kedua mereka meningkat. Kami kehilangan kontrol dan kebobolan. Setelah itu mereka memainkan sepak bola Inggris yang khas—sangat agresif dalam duel,. "
"Secara keseluruhan kami tampil cukup baik, tapi tidak mudah menghadapi tim yang bertahan dengan sangat dalam dan mengandalkan transisi cepat," kata dia.
Dengan permainan yang sulit di lapangan, pelatih asal Spanyol ini merasa hasil imbang lebih baik dibanding kekalahan.
"Kami ambil satu poin," ujar Guardiola.
"Ini lebih baik daripada kalah. Kami bermain untuk menang. Ini menunjukkan karakter tim. Kami sudah mencoba," katanya.
Pep Guardiola mengakui bahwa kendali perebutan gelar Premier League kini bukan lagi berada di tangan timnya. Namun ia mengaku tidak akan menyerah.
Pelatih asal Spanyol itu menekankan bahwa City harus menyapu bersih sisa laga jika ingin menjaga asa, sembari berharap Arsenal terpeleset
"Selama belum selesai, kami akan terus berjuang," kata Guardiola.
"Itu bukan di tangan kita. Dulu itu ada di tangan kita. Sekarang, tidak."
"Kita harus melakukannya dalam empat pertandingan yang kita miliki di Liga Primer. Akan cukup mirip saat melawan Brentford. Kita lihat saja apa yang terjadi," jelasnya.
Arsenal
Manchester City






(Tribunnews.com/Tio)