4 Tahun Menikah, Bu Dokter Syok Dapati Dokumen Asli Suami, Dulu Ngaku Single Ternyata Punya 2 Anak
Murhan May 05, 2026 08:48 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seorang ibu dokter merasa dibohongi selama empat tahun menjalani pernikahan.

Dokter di Palembang. Sumatera Selatan itu tak menyangka bahwa suaminya memiliki identitas ganda.

Bahkan, dia syok saat mendapati dokumen kependudukan yang asli dari suaminya.

Dulu pria yang dinikahi itu mengaku single, malah memiliki dua anak.

Akhirnya, dokter berinisial PT (37) itu melaporkan suaminya ke Polisi karena sudah menjadi korban penipuan selama 4 tahun oleh suaminya AH. 

Ia baru mengetahui bahwa suaminya sudah memiliki istri dan anak di tempat lain. 

Baca juga: Dalang Pemicu Akun IG Ahmad Dhani Hilang Usai Sindir Maia Estianty Tuai Ancaman: Terduga Pelaku

Fakta ini terkuak setelah PT terlibat pertengkaran hebat dengan AH setelah perayaan Idulfitri pada Maret 2026 lalu.

Saat itu, PT menemukan dokumen identitas lain yang berbeda dengan dokumen yang digunakan AH sebagai syarat pernikahan.

“KTP yang diberikan kepada saya sebagai syarat menikah tertulis lajang. Tapi saya menemukan KTP lain dengan alamat berbeda. Ternyata dia punya beberapa identitas,” ujar PT saat ditemui di Polrestabes Palembang, Senin (4/5/2026).

Selanjutnya PT pun mengecek identitas AH ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Palembang.

Hasilnya, identitas yang selama ini digunakan AH tidak sesuai dengan data resmi.

“Saat menikah dengan saya, ternyata statusnya sudah punya istri dan anak. Saya merasa ditipu lahir dan batin selama empat tahun ini,” tegasnya.

Merasa ditipu dan dikhianati, akhirnya PT pun melaporkan AH ke Polrestabes Palembang, Senin (4/5/2026).

PT melaporkan AH atas dugaan pemalsuan identitas.

Alami Kerugian Materi

Tak hanya soal pernikahan,  AH pun sudah mengalihkan sejumlah aset milik PT di antaranya ruko, rumah, dan kendaraan.

Kuasa hukum PT, Suwito, mengatakan akibat perbuatan AH, kliennya mengalami kerugian mencapai Rp 1 miliar.

"Kerugiannya sekitar lebih dari Rp1 miliar. Aset klien kami banyak yang tergadai dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta keluarga pertama terlapor,” kata Suwito.

Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa, melalui anggota Pamapta, Ipda Hendra Yuswoyo, membenarkan laporan yang dibuat PT.

Pihak kepolisian sudah menerima laporan dari PT.

“Laporan sudah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polrestabes Palembang,” katanya.

Ini Lho Alasan Pasangan Berbohong

Kadang-kadang, kita terpaksa berbohong pada pasangan karena tak ingin pasangan curiga dan bertanya-tanya mengenai apa yang Anda lakukan di belakangnya.

Alasan berbohong ini, biasanya seperti  diam-diam menemui teman-teman lama sepulang kantor, meskipun suami sudah berpesan agar Anda langsung pulang ke rumah usai jam kantor. 

Selain itu, kebiasaan diam-diam Anda membeli kado berharga mahal untuk ibu Anda, juga bisa picu amarah pasangan karena dia  tidak suka Anda menghambur-hamburkan uang.

Nah, kini Anda merasa tak nyaman, mengapa harus berbohong pada suami? Bolehkah berbohong pada pasangan jika itu untuk kebaikan? 

Anda khawatir jika berbohong menjadi kebiasaan agar Anda bisa melakukan sesuatu yang belum tentu disepakati suami.

Mengapa Berbohong?

Hal yang sama berlaku jika suami ketahuan berbohong pada Anda. 

Namun sebelum menghakimi suami, coba cari tahu alasan umum pasangan berbohong  menurut Bella DePaulo, Sosiolog dari University of Virginia. Berikut di antaranya:

1. Menghindari konflik.

2. Melindungi perasaan seseorang.

3. Menghindari konsekuensi.

4. Membuat perubahan dalam gaya hidup.

5. Menyembunyikan sesuatu yang sudah dilakukan.

6. Takut penolakan atau kehilangan pasangan.

7. Mengendalikan situasi.

8. Menghindari malu.

9. Agar terlihat lebih sukses dan baik dibandingkan sebenarnya.

Kebiasaan Bohong

Kecenderungan untuk berbohong bisa jadi dipicu oleh kebiasaan yang tertanam sejak lama.

“Kalau sejak kecil sudah terbiasa berbohong, maka akan terus berlanjut sampai menikah. Kebiasaan tersebut bisa mengakar dan tidak bisa diubah lagi,” jelas Dra. Ninik A. Bawani, Psi., psikolog dari RS Premier Bintaro.

Jika sudah demikian, maka bisa jadi pelaku kebohongan bahkan tak menyadari apakah yang dikatakannya benar atau tidak. 

Itulah pentingnya komunikasi sejak kecil yang dilakukan orangtua.

"Cara orangtua membentuk anak yang jujur, akan terbawa ketika Si Anak sudah hidup berpasangan. Kebiasan berbohong salah satunya bisa disebabkan oleh seringnya ia dimarahi. Jadi anak selalu berusaha mencari aman,” tambah Ninik.

Ninik menganjurkan untuk selalu melakukan komunikasi yang baik dengan pasangan. “Komunikasi yang baik dimulai dengan terampil saat mendengarkan pasangan bercerita. Malas mendengarkan adalah faktor penghambat komunikasi, loh," ujarnya

(Banjarmasinpost.co.id/Sripoku.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.