TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Upaya pencarian bocah 11 tahun yang hanyut di Sungai Kriyan, Kota Cirebon, terus dilakukan tanpa henti.
Memasuki malam hari, tim gabungan dari BPBD, kepolisian dan relawan bahkan menerjunkan drone dengan teknologi deteksi suhu tubuh untuk mempercepat proses pencarian di tengah kondisi minim cahaya.
Dilihat Tribun Jabar di lokasi, penggunaan drone menjadi salah satu langkah strategis untuk menyisir area sungai dari udara yang sulit dijangkau petugas di darat.
Teknologi ini diharapkan mampu mendeteksi keberadaan korban meski dalam gelap, dengan mengandalkan perbedaan suhu tubuh.
Terlihat seorang petugas mengenakan rompi oranye mengoperasikan drone menggunakan remote control yang terhubung ke layar ponsel.
Dengan wajah serius, ia memantau pergerakan drone yang terbang di atas area sungai dan vegetasi sekitar.
Baca juga: Detik-detik Bocah 11 Tahun Hanyut di Sungai Kriyan Cirebon, Lambaikan Tangan Sebelum Hilang
Dari tampilan udara, lampu indikator drone berwarna hijau dan merah tampak berkedip di langit malam yang gelap, menandai posisinya saat melakukan pemantauan.
Sejumlah petugas lain, termasuk yang mengenakan helm kuning bertuliskan TRC (Tim Reaksi Cepat), tampak berkumpul di sekitar operator, berdiskusi sambil memperhatikan layar monitor untuk menganalisis hasil tangkapan kamera drone.
Suasana di lokasi pencarian terlihat tegang.
Minimnya penerangan membuat petugas hanya mengandalkan cahaya dari perangkat, senter, serta lampu seadanya di sekitar bantaran sungai.
Meski demikian, koordinasi antar tim tetap berjalan intens.
Sementara itu, detik-detik mencekam yang menimpa korban terjadi pada Senin (4/5/2026) sore.
Seorang bocah bernama Afandi Akbar (11), warga RW 02 Mandalangan, dilaporkan hanyut setelah sempat terlihat mengangkat tangan meminta pertolongan di tengah derasnya arus Sungai Kriyan.
Peristiwa tragis itu bermula saat empat anak bermain air di sekitar Jembatan Kesunean, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk.
Awalnya kondisi sungai masih relatif aman, namun situasi berubah drastis setelah hujan turun dan arus tiba-tiba menjadi deras.
Ketua RW 02 Mandalangan, Didi Supriadi mengatakan, berdasarkan keterangan anak-anak yang selamat, mereka sempat berenang bersama sebelum akhirnya terseret arus.
“Berenang berempat. Waktu itu sebelum hujan, arus masih belum kencang. Tapi setelah hujan datang, arus jadi besar dan mereka terbawa,” ujar Didi saat ditemui di lokasi.
Dari empat anak tersebut, dua berhasil selamat.
Sementara dua lainnya sempat hanyut, namun satu di antaranya berhasil menyelamatkan diri setelah sempat tersangkut di pintu air.
“Yang duanya selamat. Yang satu lagi sempat tersangkut di pintu air, tapi pas teman-temannya mau nolongin, dia terbawa arus lagi,” katanya.
Momen paling mengharukan terjadi saat korban berusaha bertahan di tengah derasnya arus.
Afandi disebut sempat terlihat mengangkat tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang terbawa arus.
“Dia sempat kelihatan tangannya minta tolong. Itu yang satu, namanya Afandi,” ucap Didi.
Namun derasnya arus membuat teman-temannya tidak berani memberikan pertolongan langsung.
“Anak-anak nggak berani nyemplung karena arusnya sudah besar,” tambahnya.
Peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB hingga 16.30 WIB, bertepatan dengan turunnya hujan deras di wilayah tersebut.
Bahkan, kejadian sempat tidak langsung diketahui warga karena anak-anak yang selamat mengaku takut untuk melapor.
“Mereka nggak berani cerita, takut sama orang tuanya. Akhirnya ketahuan warga dan baru terungkap,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Kasepuhan, Paramayudha Kuswara, membenarkan adanya laporan tersebut.
Ia menyebutkan bahwa dari dua anak yang hanyut, satu berhasil diselamatkan dan satu lainnya masih dalam pencarian.
Hingga malam hari, proses pencarian terhadap Afandi terus dilakukan.
Tim gabungan menyisir aliran sungai hingga ke arah hilir dan berencana memperluas pencarian hingga ke muara.
Pantauan di lokasi saat waktu Magrib menunjukkan sejumlah petugas berjaga di bantaran sungai sambil berkoordinasi menggunakan alat komunikasi.
Beberapa di antaranya bersiap melakukan penyisiran menggunakan perahu di titik-titik yang sulit dijangkau.
Lampu penerangan tambahan mulai dinyalakan, sementara warga sekitar tampak memadati lokasi dengan wajah penuh kecemasan, menanti kabar dari tim pencari.
Upaya pencarian terus dilakukan, sementara harapan keluarga dan warga tetap menggantung di derasnya arus Sungai Kriyan.