WARTAKOTALIVE.COM, KEBAYORAN BARU - Setelah membuat gebrakan e-Gate dan Panic Button, pengurus RT 11/07 Kelurahan Gandaria Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan meluncurkan sebuah sistem 'suara malam' logat Betawi.
Meski berada di gang padat, Ketua RT 11 Imam Basori ingin lingkungan tempat tinggal modern dan memiliki sistem keamanan yang kuat.
Tujuan dari pria yang juga anggota Polri itu hanya satu, yakni membuat warga merasa aman dan nyaman ketika meninggalkan rumah maupun sepeda motor di depan gang.
Imam juga telah membagikan GPS kepada ratusan warga untuk dipasang di sepeda motor demi mendeteksi lokasi jika dicuri pelaku.
Imam menerangkan, gebrakan terbaru 'suara malam' logat Betawi bakal didengar oleh warga di lingkungan tempat tinggalnya setiap pukul 22.00 WIB.
Ia mengaku telah memasang pengeras suara di sudut-sudut lingkungan agar bisa didengar.
"Bukan sirine keras atau imbauan kaku, tapi kami pakai suara khas Betawi yang hangat dan bersahabat untuk mengingatkan warga menjaga keamanan, beristirahat, sekaligus meningkatkan kewaspadaan. Ini bukan sekadar pengumuman, tapi pendekatan rasa. Biar warga merasa dijaga, bukan diawasi,” ungkap Imam Basori, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Cegah Pencurian Motor, Warga Gandaria Utara Jaksel Pasang Gerbang Akses Digital di Pintu Masuk Gang
Imam memastikan, seluruh program yang dijalankan secara nyata menggunakan dana operasional RT yang diterima perbulannya sekira Rp 2,5 juta.
Polisi berpangkat Iptu itu hanya ingin menjalankan tugas sebagai pemimpin lingkungan secara transparan.
Setiap anggaran keluar dari kas, bisa dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya dalam hal keamanan.
Adapun sistem keamanan dilingkungan tersebut meliputi:
1. Akses keluar-masuk menggunakan kartu e-Gate dengan nomor seri unik
2. CCTV terhubung langsung ke ponsel warga
3. Panic button di titik strategis
4. Buku mutasi tamu 24 jam
5. Pengawasan ketat terhadap pendatang dan warga asing
6. Suara malam logat betawi.
Keunggulan ini pun mendapat perhatian langsung dari Binmas Polda Metro Jaya, Kompol Susanto, yang datang meninjau lokasi.
“Awalnya kami kira ini hanya viral. Tapi ternyata ini sistem nyata yang berjalan efektif. Ini bisa jadi role model bagi RT lain,” tegas Susanto.
Menurutnya, konsep keamanan di RT 11 sudah sejalan dengan program Jaga Jakarta Plus, di mana keamanan bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab bersama.
"Yang membuat RT ini semakin berbeda, bukan hanya teknologinya, tapi kekuatan sosial warganya. Kepercayaan, keterbukaan, dan rasa memiliki menjadi fondasi utama keberhasilan sistem ini," tegasnya.
Susanto berharap, RT 11 Kelurahan Gandaria Utara bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk menciptakan lingkungan yang aman, modern, dan humanis.
Baca juga: Kronologi Tewasnya Curanmor Spesialis Angka 7 yang Dihajar Massa di Jaksel
"Dan di antara deretan inovasi canggih itu, justru “suara malam” berlogat Betawi yang sederhana menjadi simbol paling kuat, bahwa keamanan terbaik, selalu dimulai dari kedekatan antar warga," tandasnya.
Berikut 'suara malam' loga Betawi di RT tersebut:
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengerin bentar ya warga RT 11
Selamet malem buat kite semua, warga RT 11 RW 07 Gandaria Utara yang insyaAllah selalu kompak dan solid.
Waktu udah makin larut, saatnye kite pada rehat, ngumpulin tenage lagi buat aktivitas besok. Buat anak-anak kite yang masih nongkrong di luar, ayo dah pada balik, istirahat, biar besok bisa sekolah dengan semangat.
Buat bapak-bapak sama ibu-ibu, sebelum pade tidur jangan lupe ngecek kondisi rumeh masing-masing.
Pintu, jendela, pagar… pastiin udah kekunci dengan bener, jangan sampe ada yang kelupaan.
Yang punya motor atau mobil, ditaro di tempat yang aman ya. Kalo bisa dikunci tambahan biar makin aman. Buat yang udah pake GPS, dicek lagi kondisinya, jangan sampe mati pas lagi dibutuhin.
Dapur juga jangan sampe kelewat, kompor dicek udeh mati apa belom, alat listrik yang gak kepake mending dicabut aje, biar kite semua aman dari bahaya kebakaran.
Kalo ada yang ngeliat orang asing mondar-mandir gak jelas, atau ngerasa ada hal yang mencurigakan, jangan didiemin. Langsung lapor atau tekan tombol panic button yang tersedia di lingkungan kite.
Sekarang lingkungan RT 11 kite juga udah dijagain sistem CCTV 24 jam. Semua aktivitas di area umum ke-pantau dan terekam, jadi kite semua bisa ngerasa lebih aman.
Terus perlu diinget, jam 00.00 WIB Gerbang Pintar (e-Gate 11) bakal ditutup sama petugas piket. Nanti dibuka lagi jam 05.30 WIB. Jadi diatur waktunye ye kalo mau keluar masuk.
Ayo kite jaga kampung kite ini bareng-bareng, biar tetep adem, tentrem, dan nyaman buat kite semue.
Selamet istirahat, semoga malam ini kite semua dilindungin Allah SWT, dijauhin dari segala marabahaya.
Terima kasih banyak atas perhatian dan kerjasamanya. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sebelumnya, warga Gandaria Utara RT 11/07 Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan membuat terobosan baru untuk mencegah aksi pencurian kendaraan bermotor, Minggu (1/3/2026).
Terobosan ini dibuat oleh Ketua RT yang merupakan anggota Polri bernama Iptu Imam Basori.
Biasanya, pencegahan aksi pencurian sepeda motor dilakukan dengan membuat portal guna menutup akses pelaku pencurian sepeda motor.
Iptu Imam Basori membuat sebuah gerbang dengan lebar kurang lebih tiga meter dan tinggi sekira dua 1,5 meter.
Gerbang yang terbuat dari kayu itu juga diberi ukiran wayang agar terlihat lebih indah.
Imam menerangkan, gerbang tersebut hanya bisa terbuka secara otomatis karena menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) atau menempelkan sebuah kartu ke alat yang terpasang.
“Sistem ini menggantikan pengamanan lama yang sebelumnya hanya menggunakan rantai manual, menjadi lebih modern, tertib, dan aman," ucap Ketua RT Iptu Imam Basori. (m26)