Pekanbaru Berbenah dan Tancap Gas, Setahun Kepemimpinan Agung Nugroho-Markarius Anwar
Sesri May 05, 2026 11:20 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satu per satu program kerja Pemerintah Kota Pekanbaru mulai terealisasi.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar, arah pembangunan kota dinilai semakin terstruktur dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam setahun terakhir, berbagai capaian tak hanya berhenti pada wacana, tetapi bertransformasi menjadi kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan warga.

Mulai dari penataan kota, pelayanan publik, hingga penguatan sektor pendidikan dan lingkungan, semuanya bergerak dalam satu tarikan visi: menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang bersih, sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Sejak awal kami berkomitmen bahwa setiap program harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan sekadar rencana, tapi benar-benar diwujudkan secara bertahap dan terukur,” ujar Agung Nugroho.

Salah satu langkah awal yang dirasakan masyarakat adalah penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Kebijakan ini menjadi simbol keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan harian warga. 

Di sektor lingkungan, gerakan “Serbu Sampah” digencarkan, disertai pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di 83 kelurahan. Penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal juga dilakukan secara tegas.

Dalam penanganan banjir, pemerintah kota telah mengintervensi 20 titik rawan, melakukan normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer, serta pembenahan drainase dan daerah aliran sungai (DAS) sepanjang 109,5 kilometer. Upaya penghijauan juga diperkuat melalui penanaman 15 ribu pohon sebagai bagian dari visi Pekanbaru Green City.

“Masalah klasik seperti banjir dan sampah kami tangani dengan pendekatan sistematis, tidak lagi parsial. Ini butuh waktu, tapi progresnya sudah terlihat,” jelas Agung.

Di sektor sosial dan pendidikan, Pemko Pekanbaru meluncurkan berbagai program strategis. Mulai dari beasiswa S1 hingga S3, termasuk bagi hafiz Al-Qur’an, hingga program Zero Putus Sekolah yang berhasil menjaring 1.778 anak dan mengembalikan 757 anak ke bangku pendidikan.

Program kesehatan turut diperkuat melalui pemeriksaan gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Di bidang prestasi dan budaya, Pekanbaru berhasil meraih juara dua MTQ tingkat Provinsi Riau serta sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota. Festival Kreatif Budaya Melayu juga digelar untuk mendorong pelestarian budaya sekaligus menggerakkan UMKM lokal.

Sementara pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui program bantuan Rp100 juta per RW. Di sisi lain, penguatan kapasitas aparatur diwujudkan lewat pengangkatan PPPK, PPPK paruh waktu, serta pemberian tunjangan kinerja ke-14.

Dari sisi infrastruktur, capaian bahkan melampaui target. Lebih dari 42 kilometer jalan telah diperbaiki, 42 halte diremajakan, lampu penerangan dipasang, serta fasilitas WiFi gratis dihadirkan di sejumlah titik. Untuk menjaga daya beli masyarakat, bazar pangan murah digelar di 50 lokasi.

Dalam hal tata kelola keuangan, Pemko Pekanbaru juga mencatat capaian signifikan dengan melunasi utang warisan sebesar Rp467 miliar. Selain itu, proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.

Sebagai bentuk peningkatan keamanan, Pemko meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112.

Sementara di sektor lingkungan, inovasi pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WTE) mulai dikembangkan.

“Atas kerja keras bersama, Pekanbaru juga mendapat apresiasi dari pemerintah pusat dengan meraih peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, khususnya dalam penurunan angka kemiskinan dan stunting,” ungkap Agung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.