TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Pembangunan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Bolsel terutama di kecamatan Pinolosian Tengah (Pinteng) terkesan mubasir.
Pasalnya, di desa Kombot Timur, Kecamatan Pinteng, keberadaan Pamsimas sama sekali tak dirasakan oleh warga.
Pembangunan Pamsimas yang dibangun sejak tahun 2023 sampai saat ini tak dirasakan oleh warga.
Chryswanto Paputungan salah seorang pemuda di desa Kombot Timur mengatakan protek Pamsimas di desanya sama sekali tak pernah digunakan.
Baca juga: Seorang Pria dan Wanita Tewas Kecelakaan di Pasar 45 Manado, Kanit Lantas: Masih Cari Tahu Identitas
Sejak dibangun tahun 2023, pembangunan jamban sama sekali tak bisa digunakan.
"Ini semenjak dibangun sampai sekarang sama sekali tak digunakan," kata dia, Selasa 5 Mei 2026 via telepon.
"Di desa kami ada sekitar lima, tapi tak bisa digunakan," ujarnya lagi.
Mahasiswa yang menimba ilmu di Gorontalo ini mengatakan kejanggalan lain di pembangunan tersebut adalah tong pembuangan tak terpasang dengan jamban.
"Bahkan tong pembuangannya malah muncul ke permukaan tanah, dan ini menimbulkan bau busuk," ujarnya.
Sementara itu, Samaradi Paputungan salah seorang penerima mengatakan proyek bantuan tersebut semenjak tahap awal pengerjaan telah menggunakan bahan bangunan miliknya.
Mulai dari batu sebagai bahan pondasi, yang katanya akan diganti oleh pihak kontraktor.
"Tapi sampai akhir proyek yang bahkan tidak selesai tidak ada ganti rugi atas pengunaan bahan bangunan tersebut," ujarnya.
Ia membeberkan pihak kontraktor sempat berusaha menutupi kegagalan proyek tersebut dengan meminta penerima menyembunyikan tong penampungan kotoran yang tidak sempat terpasang beserta dengan jamban.
"Kami diminta untuk sembunyikan tong penampungan kotoran. Karena ada yang bahkan belum terpasang sampai sekarang," ujarnya.
Sukanto Paputungan salah satu pekerja proyek membeberkan kalau pengerjaan proyek Pamsimas di desa Kombot Timur tidak efektif dan jadi bahan perdebatan.
"Karena kalau hujan, tong penampungan kotoran ini akan muncul ke permukaan lagi. Makanya ini jadi perdebatan," ucap dirinya.
Warga pun berharap ada perhatian dari Pemkab Bolsel terkait proyek yang mubasir ini.
"Karena sejak dibangun dampaknya sama sekali tak dirasakan oleh warga. Makanya kami minta ada perhatian atau diperbaiki," tegasnya.
Terpisah, Kadis PU Bolsel Abdillah Gonibala saat dikonfirmasi via telepon belum memberikan tanggapan terkait keluhan warga tersebut.
Saat Tribun Manado berkunjung ke kantornya, Abdillah disebut lagi tidak berada di kantor.
"Pak Kadis lagi tak masuk kantor," ujar salah seorang staf. (Nie)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini