TRIBUNMANADO.CO.ID - Info tribun breaking news hari ini.
Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Singkil, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tepatnya di Lingkungan 7, Kompleks KUA, Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.
Lokasi kebakaran dekat dengan kebakaran yang terjadi pada Rabu (25/3/2026).
Indah Yusuf warga setempat menyebut rumah yang terbakar berjarak sangat dekat dengan titik kebakaran sebelumnya.
"Jaraknya sekitar 40 meter dari lokasi yang sempat terjadi lalu," kata Indah kepada wartawan Tribunmanado.co.id, Indri Panigoro via Mesenger, Selasa 5 Mei 2026.
Kata Indah, api diduga berasal dari korsleting listrik.
Dalam peristiwa ini, dua rumah terdampak.
"Cuma satu rumah hanya mengalami kerusakan pada sebagian bangunan," tambah Indah.
Warga setempat menyebut petugas pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi sehingga api tidak sempat meluas.
Saat ini, api telah berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi sudah mulai kondusif.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda permukiman padat di Kecamatan Singkil, Kota Manado, dan menghanguskan sedikitnya 14 rumah warga pada, Rabu (25/3/2026).
Akibat peristiwa tersebut, 14 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi di lokasi sementara.
Api yang diduga berasal dari dapur salah satu rumah warga dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Kondisi rumah yang berdempetan serta sebagian besar berbahan kayu membuat kobaran api sulit dikendalikan.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun besarnya api membuat upaya tersebut tidak berhasil.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dan berhasil mengendalikan api setelah beberapa jam.
Nina salah satu warga terdampak mengaku hanya bisa menyelamatkan diri bersama keluarga tanpa sempat membawa banyak barang.
“Kami hanya pikir menyelamatkan diri sehingga barang-barang berharga tidak diambil,” ungkapnya.
Ia menjelaskan saat ini mereka sangat membutuhkan bantuan berupa makanan, pakaian, selimut, serta perlengkapan bayi bagi keluarga yang memiliki anak kecil.
“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah untuk tempat tinggal sementara dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Dia menambahkan pihak pemerintah setempat bersama aparat dan relawan telah mulai menyalurkan bantuan darurat.
Namun, warga berharap adanya perhatian lebih lanjut, terutama terkait bantuan pembangunan kembali rumah yang terbakar.
“Semoga ada bantuan untuk pembangunan rumah,” pungkasnya.