TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Ratusan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Serang mengikuti sejumlah ajang, yakni Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), serta Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi, di SMPN 10 Kota Serang, Selasa (5/5/2026).
Budi tiba di lokasi sekitar pukul 08.29 WIB dan disambut dengan tarian tradisional khas Banten.
Para peserta tampak berdiri rapi di halaman sekolah sambil menyimak arahan dari Wali Kota Serang dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.
Adapun cabang lomba FLS3N meliputi menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita, pantomim, tari kreasi, dan lainnya. Sementara itu, cabang O2SN di antaranya renang, bulu tangkis, pencak silat, dan bola voli.
Untuk OPSI, bidang yang dilombakan mencakup Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT). Sedangkan OSN terdiri dari Matematika, IPS, dan IPA.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan bakat sekaligus meningkatkan prestasi para pelajar.
"Jadi agar mereka ini mempunyai jiwa yang tumbuh yang positif, karena persiapan generasi muda menyambut Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Baca juga: Agenda Pimpinan Kota Serang, Selasa 5 Mei 2026: Budi Buka O2SN, Agis Hadiri Tanam Pertanian Modern
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Serang, Ahmad Nuri menyampaikan perlombaan tersebut sejalan dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang.
"Lomba ini memantik kita bersama untuk sama-sama menuju Kota Serang cerdas, berbudi dan perduli," ucapnya.
Ia menambahkan perlombaan akan berlangsung hingga Juni 2026.
"Sampai bukan Juni kita laksanakan. Siapa yang dapat Olimpiade Sains, Olimpiade Olahraga dan Sastra, baru kita kirim ke provinsi dan nasional," ujar Nuri.
Nuri menegaskan pentingnya objektivitas dalam proses penilaian serta sportivitas dalam pelaksanaan lomba.
"Pesan saya kepada dewan juri, berlakulah objektif, adil, dan jujur. Penilaian harus berdasarkan kaidah yang berlaku tanpa membedakan sekolah negeri atau swasta," tegasnya.
Ia juga mengingatkan para peserta dan pembimbing agar menjunjung tinggi sportivitas.
"Keputusan dewan juri adalah mutlak. Semua pihak harus menjunjung tinggi sportivitas dan menerima hasil dengan lapang dada," ujarnya.
Nuri berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga kreatif dan berkarakter.
"Target kami bukan hanya juara secara formal, tetapi bagaimana kegiatan ini benar-benar mampu menggali potensi dan kreativitas siswa. Mudah-mudahan dari ajang ini lahir perwakilan Kota Serang yang mampu berprestasi hingga tingkat nasional," pungkasnya.