Ringankan Beban Rumah Tangga, Pemkot Yogyakarta Gelontorkan Subsidi Harga Pangan Lewat 'GPM'
Muhammad Fatoni May 05, 2026 02:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu daya beli masyarakat digalakkan Pemkot Yogyakarta melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Selaras rencana, gelaran yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta tersebut bakal menyapa warga di 14 kemantren secara bergilir.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Ashardini Eka Setianingsih, menuturkan pangan merupakan kebutuhan dasar yang aksesibilitasnya harus terjamin bagi seluruh lapisan masyarakat.

Rangkaian pasar murah pun dilangsungkan mulai 12 Mei - November 2026 mendatang, sebagai respons atas fluktuasi harga pangan yang kerap membayangi kebutuhan pokok warga di Kota Pelajar.

"Maka, kami hadir untuk menjaga stabilitas pasokan dan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah dari harga pasar," katanya, Selasa (5/5/2026).

Gandeng Mitra

Dalam pelaksanaannya, pihaknya menggandeng berbagai mitra strategis, mulai dari distributor, produsen, serta pelaku usaha di sektor bahan pangan. 

Deretan komoditas esensial pun telah disiapkan, di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga cabai.

​Satu hal yang menjadi daya tarik utama adalah adanya skema subsidi harga yang diterapkan langsung di lokasi GPM, untuk menekan harga jual agar benar-benar di bawah banderol pasar.

​"Kami sediakan subsidi Rp2000 (dipotong pajak) per kilogram komoditas atau per liter untuk komoditas minyak goreng," terang Ashardini.

Baca juga: Kesaksian Warga Terkait Kronologi Tawuran Pelajar di Samping Stadion Mandala Krida Yogyakarta

Meski terbuka bagi seluruh penduduk Kota Yogyakarta, program ini sejatinya diprioritaskan untuk membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah. 

Kehadiran Gerakan Pangan Murah pun diharapkan mampu memitigasi dampak inflasi yang akhir-akhir ini cenderung semakin menekan kantong rumah tangga.

​"Diprioritaskan bagi warga ber-KTP (Kota Yogyakarta) di kemantren masing-masing. Kegiatan akan dilaksanakan dua kali dalam sebulan sesuai jadwal," paparnya.

Perkuat Ketahanan Pangan

​Lebih dari sekadar program musiman, Gerakan Pangan Murah sekaligus dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah secara jangka panjang. 

Pemkot Yogyakarta berharap pola-pola semacam ini dapat menciptakan sistem pangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi warga masyarakat.

​"Gerakan Pangan Murah bukan hanya sekadar solusi jangka pendek, tetapi juga berfokus pada pembangunan sistem pangan yang berkelanjutan dan inklusif," ucapnya.

"Gerakan ini tidak hanya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat, tetapi harapannya menciptakan dasar yang kuat untuk ketahanan pangan yang berkelanjutan di masa depan," pungkas Ashardini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.