Bonyok Waketum PSI Bro Ron Ditonjok 2 Orang di Jakpus, Padahal Ada Babinsa dan Polisi
Tommy Kurniawan May 05, 2026 03:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia, Ronald A Sinaga atau yang dikenal sebagai Bro Ron, mengungkap kronologi insiden pemukulan yang dialaminya di kawasan Menteng, Senin (4/5/2026) malam.

Peristiwa tersebut bermula saat Ronald A Sinaga mendampingi karyawan PT SKS untuk melakukan audiensi di kantor firma hukum Michael, Putra & Partners (MPP) yang berlokasi di Jalan Soeroso, Cikini.

Menurut Ronald A Sinaga, dirinya diajak hadir karena memiliki kedekatan dengan pimpinan firma hukum tersebut. “Kenapa ajak saya? Karena pimpinan kantor hukum Michael,Putra & Partners ini adalah mantan partner saya tahun lalu. Dan saya diminta bantu mediasi,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (5/5/2026).

Pada waktu yang sama, aksi karyawan PT SKS juga berlangsung di depan gedung kantor MPP.

Sekitar pukul 18.00 WIB, situasi berubah ketika tiga pria tak dikenal datang dan mengaku sebagai pihak keamanan gedung.

Mereka kemudian meminta seluruh orang yang berada di dalam gedung untuk keluar dan melanjutkan aksi di luar.

“Mereka bilang mereka disitu sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi, di luar gedung saja,” lanjut Ronald A Sinaga

Baca juga: Dugaan Korupsi Bahan Kimia Penjernih Air, Dirtek Perumda Tirta Mayang Ditahan Kejari

Baca juga: Kematian Dokter Internship, IDI Jambi Tunggu Pengumuman Kemenkes

Permintaan tersebut memicu adu mulut antara ketiga pria tersebut dengan Ronald dan karyawan PT SKS.

Dalam situasi tersebut, anggota Polsek Menteng yang sudah berada di lokasi disebut sempat mengawal ketiga pria itu turun dari lantai atas gedung.

"Di pukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobi gedung," kata Ronald.

Namun, sekitar 15 menit kemudian, ketiga pria tersebut kembali naik ke lantai 4, lokasi kantor MPP.

Tak lama berselang, ketegangan kembali terjadi dan berujung pada aksi kekerasan terhadap Ronald.

"Terjadilah pemukulan seperti di video, 2 orang yang mukul," tutur Ronald.

Ia menduga ketiga pria tersebut sengaja kembali ke lokasi untuk memicu keributan setelah sebelumnya dikawal turun oleh aparat.

Ronald juga menyayangkan kejadian tersebut berlangsung di hadapan aparat keamanan, termasuk polisi dan Babinsa.

"Di depan anggota Polsek Menteng dan Babinsa, mereka berani melakukan kekerasan," ujarnya.

Usai insiden, Ronald langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Menteng.

Ia kemudian menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat luka di bagian pelipis mata.

Menurut pengakuannya, luka tersebut belum sempat dijahit karena ia harus kembali ke kantor polisi untuk proses pemeriksaan. “Semalam tidak jahit di RSCM setelah visum karena langsung balik ke Polsek untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Ronald juga mengungkapkan bahwa kondisi lukanya sempat memburuk keesokan harinya, ditandai dengan darah yang kembali keluar dari pelipisnya.

"Semalam sebelum pulang kasa bersih. Pagi ini bangun kasa sudah merah semua," katanya.

Ia pun berencana kembali ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan berupa penjahitan luka. "Ini mau ke RS lagi untuk jahit pelipis mata," tambahnya.

2 Pelaku Ditangkap

Insiden pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A. Sinaga alias Bro Ron oleh sekelompok orang menjadi viral di media sosial.

Kini polisi telah mengamankan dua terduga pelaku pemukulan insial MRB dan RO terhadap Bro Ron.

Peristiwa pemukulan itu terjadi di wilayah Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (4/5/2026) pukul 16.22 WIB.

Kasie Humas Polres Jakarta Pusat Iptu Erlin Sumantri menjelaskan kronologis dugaan tindak pidana pemukulan saat korban bersama 15 orang karyawan PT SKS datang melakukan audiensi ke Kantor Michael Putra dan Partners.

Kedatangan korban itu untuk menuntut terkait gaji karyawan yang belum dibayarkan.

"Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan Michael selaku orang yang didemo, akhirnya Polsek Metro Menteng berinisiatif untuk mengadakan mediasi di kantor Polsek Metro Menteng," ucap Iptu Erlin kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Awalnnya proses audiensi di lokasi berjalan dengan aman dan kondusif dengan didampingi oleh petugas.

Kemudian muncul sekelompok orang yang tidak dikenal dan tanpa alasan yang jelas melakukan intimidasi dan menghalang-halangi proses audiensi.

"Akibat dari perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai dengan akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut," urainya.

Kemudian petugas melerai korban dan terlapor serta mengamankannya untuk dibawa ke Polsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan kejadian pemukulan seperti yang viral di media sosial.

"Pak Ronald sudah membuat laporan polisi dan sudah kami antarkan untuk di visum serta diminta keterangan, termasuk saksi-saksi," terangnya.

AKBP Braiel menyebut saat ini terduga pelaku sebanyak dua orang sudah diamankan.

"Kedua pelaku saat ini di Polsek Menteng untuk diproses lanjut," kata dia.

Profil Singkat Bro Ron

Melansir dari Wikipedia, Ronald Aristone Sinaga lahir sekitar tahun 1977 di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.

Ia adalah seorang politikus, eksekutif perusahaan, dan kreator konten asal Indonesia.

Ia aktif di Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan pernah mencalonkan diri sebagai Ketua Umum partai tersebut.

Ronald juga dikenal atas keterlibatannya dalam pengungkapan dugaan penyelewengan dana publik.

Ia menempuh pendidikan tinggi di Amerika Serikat, termasuk studi sarjana dan pascasarjana di University of Illinois at Urbana-Champaign.

Sebelum aktif dalam dunia politik, Ronald memiliki pengalaman profesional di berbagai sektor.

Ia pernah menjabat sebagai eksekutif di sejumlah perusahaan media, antara lain di PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7), PT Net Mediatama Televisi (NET TV), dan PT Link Net Tbk.

Di awal kariernya, ia juga pernah bekerja sebagai perawat dan salesman mobil.

Selain bekerja di sektor swasta, Ronald juga aktif sebagai kreator konten di berbagai platform digital.

Ronald bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada Pemilu 2024 dari daerah pemilihan Jawa Barat V.

Ia juga menjabat sebagai Wakil Ketua I PSI Dewan Pimpinan Wilayah Jawa Barat.

Pada tahun 2025, ia mendaftarkan diri sebagai kandidat Ketua Umum PSI.

Ia menjadi pendaftar pertama dan mendapat dukungan dari enam Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) serta 36 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI, melebihi jumlah dukungan minimal yang dipersyaratkan.

Ketua Umum PSI saat itu, Kaesang Pangarep, disebut sempat menantangnya untuk maju sebagai calon dalam kontestasi kepemimpinan partai.

Akhirnya kontestasi itu dimenangkan Kaesang dan Bro Ron menjadi Waketum PSI. 

Ronald tergolong politisi yang vokal. 

Ronald terlibat dalam pelaporan dugaan penyimpangan dana bantuan pendidikan.

Ia mengungkap adanya potensi penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) oleh pihak sekolah, dengan estimasi dana sebesar Rp 2 miliar yang berhasil diselamatkan.

Ia juga aktif menyoroti isu terkait penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).[2]

Salah satu aksinya yang sempat menarik perhatian publik adalah saat ia memviralkan baliho milik politikus Adian Napitupulu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.