TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Jasa ekspedisi PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menggandeng Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta dalam menggelar kegiatan kreatif bertajuk Creative Workshop Think Creative Vol. 4.
Mengusung tema “Dari Ide Jadi Karya Penuh Cerita”, workshop yang dihadiri ratusan peserta ini berlangsung di Gedung Sardjito, Ruang Teatrikal Lantai 2, Kampus UII, Yogyakarta, Selasa (5/5/2026).
Workshop ini menghadirkan sejumlah praktisi berpengalaman di bidang fotografi dan literasi. Fotografer profesional Martha Suherman hadir sebagai juri kompetisi fotografi, sementara penulis sekaligus pegiat literasi Kang Maman menjadi juri kompetisi penulisan.
Selain itu, Raditya Mahendra Yasa dan Amir Mahmud turut berperan sebagai juri regional Jawa Tengah dan DIY, dengan Nadia Wasita Utami sebagai moderator.
Head of Regional JNE Jateng-DIY, Murah Lestari, menegaskan komitmen JNE dalam mendukung kreativitas anak bangsa.
Menurutnya, JNE tidak hanya bergerak di bidang logistik, tetapi juga berperan sebagai penghubung kebahagiaan sesuai dengan tagline “Connecting Happiness”.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, JNE kembali menggelar ajang JNE Content Competition 2026 dengan tema “Bergerak Bersama, Berbagi Beragam Cerita”.
Baca juga: JNE Gelar Creative Workshop Think Creative di UII Yogyakarta
Kompetisi ini mengajak peserta untuk membagikan kisah inspiratif, mulai dari perkembangan usaha, perjalanan mimpi, hingga kebahagiaan sederhana yang hadir melalui sebuah kiriman.
“Setiap cerita memiliki nilai, dan setiap pengalaman layak untuk dibagikan,” ujar Murah.
Ia menambahkan, sejak pertama kali digelar pada 2011, kompetisi ini telah melibatkan lebih dari 6.154 peserta dari berbagai kalangan.
Adapun kategori yang dilombakan meliputi Writing Competition, Photo Competition, Video Competition, dan Design Competition.
Melalui rangkaian roadshow kampus seperti workshop ini, JNE berharap dapat memberikan wawasan langsung dari para praktisi sekaligus mendorong partisipasi mahasiswa dalam kompetisi.
“Kami mengajak mahasiswa untuk melihat perbedaan bukan sebagai batas, melainkan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi,” tutupnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan UII, Ir. Wiryono Raharjo, M.Arch., Ph.D., menyampaikan bahwa forum semacam ini penting untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa, terutama dalam menghadapi perkembangan profesi di era digital.
Menurutnya, profesi content creator kini semakin relevan, bahkan dalam dunia akademik. “Dosen pada dasarnya juga content creator, hanya saja audiensnya ‘dipaksa’ untuk mengikuti,” ujarnya, disambut tawa peserta.
Ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat memenangkan kompetisi menulis internasional sekitar 23 tahun lalu.
Berangkat dari pengalaman sederhana sebagai ketua RT, ia menuliskan kisah kepemimpinan dengan berbagai dinamika yang dihadapi di lingkungan masyarakat.
“Ternyata hal yang dianggap biasa justru menjadi nilai unik. Dari situlah saya belajar bahwa menemukan uniqueness dalam kehidupan sehari-hari bisa menjadi kekuatan dalam berkarya,” ungkapnya.
Karya tersebut membawanya meraih kesempatan mengikuti pelatihan kepemimpinan selama satu bulan di Columbia University, New York. Ia pun mendorong mahasiswa untuk berani menggali pengalaman pribadi sebagai bahan karya kreatif.