TRIBUNMATARAMAN. COM, TRENGGALEK - Tak seperti biasanya warga Dusun Karanggongso Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Trenggalek berduyun-duyun ke pantai tak jauh dari loket masuk Pantai Mutiara.
Mereka ternyata tengah antusias melihat puluhan nelayan yang hendak Lomba Balap Dayung dengan menggunakan perahu kecil. Warga sekitar menyebutnya Perahu Kunting.
Kepala Desa Tasikmadu, Wignyo Handoyo menerangkan lomba ini merupakan salah satu rangkaian hari kedua Labuh Laut dan Bersih Desa Dusun Karanggongso 2026.
"Hari pertama ada Lomba Balap RC Miniatur. Kedua ya ini lomba dayung dan lomba perahu mesin. Nanti malam ada pengajian yang dirawuhi Gus Elham," ujar Wignyo Handoyo, Selasa (5/5/2026).
Baca juga: Rekrutmen Calon Siswa Sekolah Rakyat, Dinsos Kota Blitar Konsolidasi dengan Pendamping PKH
Wignyo menambahkan alasan diselenggarakan lomba ini karena memang sudah menjadi keseharian nelayan Karanggongso. Tidak sedikit yang berangkat melaut menggunakan cara tradisional.
"Jadi nelayan juga di Dusun Karanggongso juga mencarikan ada yang masih tradisional menggunakan kapal dayung. Itu yang mungkin menjadi dikonsepkan menjadi perlombaan," bebernya.
Dirinya menambahkan untuk jumlah peserta ada puluhan. Peserta dari warga sekitar dengan berpasangan satu tim dua orang.
Dikatakannya, rangkaian Kegiatan Labuh Laut ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat yang sudah apa diberi rezeki oleh Allah SWT. Termasuk ini dikembangkan menjadi konsep kebudayaan untuk mendongkrak wisatawan.
"Nantinya bisa mewujudkan pengunjung wisata yang meningkat di wilayah Karanggongso," imbuhnya.
Lomba dayung ini sudah lima tahun helat. Dari tahun ke tahun memiliki animo masyarakat yang baik sebagai salah satu rangkaian Bersih Desa Labuh Laut Dusun Karanggongso.
Wignyo melihat antusiasme dari warga dan juga peserta cukup baik. Melihat dari jumlah peserta dan juga penonton yang membludak.
"Antusiasme sangat sekali dan harapan masyarakat mudah-mudahan memujudkan wujud syukurnya ini nanti di apa dikembalikan menjadi apa rezeki yang barokah untuk masyarakat.
Terpisah, salah satu peserta Lomba Balap Dayung, Darmaji (45) mengaku cukup senang bisa ikut memeriahkan agenda tahunan setiap Bulan Selo penganggalan Jawa ini.
Ia mengaku sudah empat kali ikut berpartisipasi. Untuk kesulitan balap dayung sendiri menurutnya tidak terlalu banyak. Karena memang sudah menjadi kebiasaan nelayan Karanggongso.
"Tadi kuncinya bisa finish pertama babak 8 besar ya kita harus cepat mendayung dan konsentrasi," terang Darmaji usai perlombaan.
Selain itu, kunci bisa meraih finish terlebih dahulu juga harus menjaga kekompakan tim. Karena ia bersama satu rekan temannya bisa mendayung secara bersamaan.
"Iya harus menjaga kekompakan. Jadi kita berdua itu harus kompak," tandasnya.
Pengamatan penulis, masyarakat cukup terhibur dengan Lomba Balap Dayung ini. Mereka memadati area pantai dan juga pembatas bebatuan yang tidak jauh dari arena balap dayung.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)